Festival Bedug Lintas Agama di Mojokerto Jaga Tradisi Toleransi    

Salah satu peserta festival unjuk kebolehan dalam menabuh bedug. Foto Lif

Berhari.com – Menjaga toleransi antar umat beragama, sebuah komunitas lintas agama di Kota Mojokerto, menggelar festival bedug, Sabtu (08/04/23). Sebanyak 15 kelompok peserta meriahkan festival bedug tersebut.

Bertempat di halaman Masjid Roudhotul Jannah, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, masing-masing peserta menyuguhkan kreasi menabuh bedug yang atraktif.

Lantunan syair religi bernuansa islami, mengiringi irama bedug yang dipadukan dengan berbagai alat musik tradisional lainnya. Seperti kentongan maupun gamelan.

Salah satu peserta, Sultan Muhammad, mengatakan, tidak ada persipaan khusus untuk mengikuti festival menabuh bedug.  Ia dan empat orang temannya, berlatih selama lima hari sebelum mengikuti festival.

“Ya, ingin ikut saja. Cuma ingin cari pengalaman,” ujarnya.

Sementara itu panitia festival bedug, Bagus Marjoki, mengaku, sengaja menggelar kegiatan tersebut untuk menghilangkan intoleransi antar umat beragama.

Sehingga terwujud kebersamaan dan tidak saling membenci, meski berbeda keyakinan demi mencapai kebaikan bersama.

“Kita ingin menjaga tradisi toleransi antar umat beragama. Meski berbeda, namun kerukunan dan kebersamaan menjadi yang utama,” tandasnya.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT