Berhari.com – Tak hanya harga daging ayam dan telur yang melejit, harga bawang putih juga merangkak naik. Saat ini harga bawang putih yang dijual pedagang di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, naik 7 ribu rupiah per kilogram.
Sebelumnya bawang putih dijual pedagang dengan harga 35 ribu rupiah, kini menjadi 42 ribu rupiah per kilogram. Menurut para pedagang, kenaikan harga bawang putih tersebut sudah terjadi sejak dua pekan lalu.
“Naiknya drastis, sudah dua minggu kemarin. Sebelumnya 35-38 ribu rupiah, tapi kini naik 42 ribu rupiah per kilogram,” kata Ardian, pedagang bumbu dapur, Sabtu (22/07/23).
Ardian mengaku, dirinya tidak mengetahui pasti penyebab dari kenaikan harga bawang putih saat ini. Meski belum ada kelangkaan, namun ia memperkirakan jika harga bawang putih naik akibat pasokan yang berkurang.
“Katanya dari sana kurang pasokan, jadi telat kiriman. Kalau pelanggan dengan harga naik kayak begini, ya mengeluh. Sebagian pelanggan sudah mengurangi jumlah pembelian bawang putih,” terangnya.
Konsumen mengelukan kenaikan harga putih yang mencapai 42 ribu rupiah per kilogram. Karena tak hanya bawang putih sejumlah kebutuhan pokok lain, seperti harga daging ayam dan telur juga masih tinggi.
“Mintanya semua kebutuhan pangan segera turun dan stabil. Kami ibu-ibu rumah tangga sulit mengatur keuangan, belum lagi anak baru masuk sekolah,” ujar Yuliana, warga Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan.
Melejitnya harga bawang putih ini tidak berpengaruh pada naiknya harga bawang merah yang dijual pedagang di Pasar Tanjung Anyar. Bahkan harga bawang merah saat ini, justru anjlok 10 ribu rupiah per kilogram.
“Tidak pengaruh terhadap harga bawang merah, malah turun sekarang. Bawang merah saat ini turun 10 ribu rupiah per kilogram. Sebelumnya 35 ribu rupiah, kalau saat ini saya jual 25 ribu rupiah per kilogram,” kata Mahmudah, pedagang bumbu dapur.
Sementara itu harga berbagai komoditas cabai masih relatif stabil. Cabe rawit dijual pedagang seharga 25 ribu rupiah per kilogram dan cabai merah besar 30 ribu rupiah per kilogram