Berhari.com-Harga berbagai kebutuhan bumbu dapur di pasar-pasar tradisional Mojokerto, terus melonjak. Kenaikan harga tertinggi, terjadi pada komoditas cabai yang mencapi Rp15 ribu/Kg.
Seperti di Pasar Tanjunganyar, Kota Mojokerto. Saat ini cabai rawit dijual pedagang seharga Rp55 ribu/Kg, dari sebelumnya Rp40 ribu/Kg.
Sedangkan cabai merah besar dari sebelumnya dijual pedagang seharga Rp20 ribu/Kg, kini menjadi Rp35 ribu/Kg.
Salah satu pedagang, Toni (40) mengaku, melejitnya harga komoditas cabai ini telah terjadi sejak akhir tahun lalu. Dan bahkan terus meroket, hingga sepekan memasuki awal tahun 2023.
“Harga cabai saat ini alami kenaikan. Kalau penyebabnya saya tidak tahu. Stok melimpah, tidak ada kelangkaan cabai,” terangnya.
Tak hanya komoditas cabai, harga bumbu dapur lainnya juga mengalami lonjakan. Di antaranya bawang merah dan bawang putih, yang naik Rp3 ribu/Kg hingga Rp4 ribu/Kg.
Saat ini bawang merah dijual pedagang dengan harga Rp30 ribu/Kg, dari sebelumnya Rp27/Kg. Sementara bawang putih dari sebelumnya Rp18/Kg, kini dijual pedagang seharga Rp22 ribu/Kg.
“Omzet turun, karena banyak konsumen yang mengurangi jumlah pembelian. Kira-kira turun 30 persen,” ujar pedagang bawang, Eli Sulaindah (45).
Tak hanya pedagang, naiknya berbagai komoditas bumbu dapur ini juga dikeluhkan konsumen. Salah satunya, Lailtul Rosidah (35) warga Kelurahan Meri, Kota Mojokerto.
“Semua kebutuhan pangan, saat ini naik. Saya sebagai pedagang makanan, terus terang saja pendapatan turun. Tidak berani menaikan harga makanan, kuatir pelanggan kabur,” tandasnya.
Meski harga bumbu dapur terus melejit, namun harga komoditas sayuran relatif stabil. Kubis, wortel dan kentang dijual pedagang di kisaran harga Rp10 ribu/Kg hingga Rp14 ribu/Kg.