Berhari.com – Semangat kemerdekaan terasa begitu kental di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Sabtu pagi (9/8). Ratusan peserta berpakaian serba merah putih memadati area, bersiap mengikuti Jalan Sehat Kemerdekaan yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Disdikbud Jombang.
Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antaranggota dan memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-80, dengan cara yang sehat dan menyenangkan. Jalan sehat ini dilepas Pembina DWP Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi.
“Jalan sehat ini bukan cuma soal olahraga, tapi juga cara kita menjaga kebersamaan, silaturahmi, dan tentunya kesehatan,” ujar Yuliati.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur pendidikan, mulai dari pengurus DWP Disdikbud, DWP SMP Negeri, DWP satuan pendidikan kecamatan, MKKS SMP Negeri, K3S SD, kepala SKB, hingga forum silaturahmi DWP Disdikbud.
Rute jalan sehat yang ditempuh peserta melintasi area kota Jombang, memungkinkan mereka menikmati udara pagi sambil bersenda gurau. Suasana semakin semarak dengan lantunan lagu-lagu kemerdekaan dan shalawat yang dinyanyikan peserta sepanjang perjalanan.
Plh. Kepala Disdikbud Jombang, Wor Windari, mengungkapkan rasa terima kasih atas kekompakan panitia dan dukungan berbagai pihak, termasuk keterlibatan UMKM lokal yang menambah semarak kegiatan ini.
“Kegiatan ini jadi wujud nyata semangat kemerdekaan melalui kebersamaan. Terima kasih kepada semua yang telah membantu, mulai dari internal Disdikbud hingga mitra-mitra kami,” kata Windari.
Pihak yang mendukung kegiatan ini antara lain KBIHU Thoriqul Janah, CV Pangan Berkah Sentosa, Bank Jatim Cabang Jombang, PT Atlantic Biruraya, RSUD Jombang, Dinas Perhubungan, dan Polsek Jombang Kota.
Menutup kegiatan, Yuliati, menyampaikan harapannya agar semangat kemerdekaan terus hidup dalam berbagai aktivitas yang positif dan merangkul semua kalangan.
“Peringatan HUT RI tak harus megah. Kegiatan sederhana tapi penuh makna seperti ini justru mempererat kita semua. Semangat gotong royong adalah warisan paling berharga dari para pejuang,” pungkasnya.