Berhari.com – Hujan deras yang terjadi sejak rabu dini hari hingga pagi, menyebabkan jalan raya Desa Modongan, Kecamatan Sooko, Mojokerto, tergenang banjir.
Banjir luapan Sungai Modongan yang tak mampu menampung debit air, memutus jalur alternatif yang menghubungkan kabupaten Mojokerto dan Jombang.
Jalan raya sepanjang kurang lebih satu kilometer di Desa Modongan tergenang banjir. Sejumlah sepeda motor yang nekat menerobos banjir terpaksa didorong, karena mesin mati terkena air.
Meski membahayakan dengan adanya kendaraan yang melintas, namun sejumlah anak-anak tetap bermain di tengah jalan. Mereka memanfaatkan banjir sebagai wahana bermain.
Tak hanya jalan, banjir juga menggenangi halaman SDN Modongan dan SMPN 2 Sooko serta rumah-rumah warga dan warung pinggir jalan. Karena tergenang, pemilik terpaksa menutup warung mereka.
Menurut warga, banjir luapan sungai ini mulai memenuhi ruas jalan pukul 07.00 WIB. Dan ketinggian air banjir terus bertambah.
“Hujan cukup deras, sekitar pukul tiga dini hari sampai pagi tadi. Air sungai terus meluap dan merendam jalan,” ujar Rahmad Reza (43), warga Modongan.
Menurutnya, banjir sering terjadi usai guyuran hujan deras. Dan banjir kali ini merupakan yang ketiga dalam musim hujan tahun ini.
“Ketinggian air banjir yang merendam jalan, mulai 30 sampai 50 sentimeter. Sebagian warga ada berjaga, karena kuatir ada kendaraan yang terperosok,” terangnya.
Hingga Rabu sore, banjir yang menggenangi permukiman warga di Desa Modongan dan jalan poros antar kabupaten belum surut.