Jembatan Penghubung Antar Desa di Kecamatan Mojosari-Mojokerto, Ambruk

Pondasi tergerus luapan air Sungai Sadar, jembatan penghubung Desa Kedunggempol dan Kebondalem, ambruk.

Berhari.com – Jembatan penghubung antara Desa Kedunggempol dan Kebondalem, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, ambruk, diterjang luapan air sungai sadar. Akibatnya, akitivas warga terganggu, dan memaksa mereka memutar sejauh 3 kilometer.

Jembatan sepanjang kurang lebih 50 meter tersebut, ambruk, pukul 02.30, Selasa dinihari. Sisi utara pondasi jembatan tergerus air sungai yang debitnya meningkat sejak beberapa hari terakhir, karena guyuran hujan.

Sebagian jembatan yang menjadi akses utama warga ini, juga retak. Beruntung tidak ada korban dari peristiwa ini, karena saat kejadian tidak ada warga yang melintasi jembatan.

Kepala Desa Kedunggempol, Ridwan, mengatakan, ambruknya jembatan tersebut sudah diperkirakan sebelumnya. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya eceng gondok di pondasi jembatan, sehingga air sungai tidak bisa mengalir lancar.

“Sebenarnya tanda-tanda jembatan mau ambruk ini sudah diketahui sejak Februari lalu, akibat luapan air sungai. Pondasi jembatan sudah tergerus dan baru pagi tadi, ambruk,” ujarnya.

Tak hanya menjadi akses utama warga Kedunggempol dan Kebondalem, menurut Ridwan, jembatan juga dimanfaatkan masyarakat desa lainnya. Warga di sekitar Desa Kedunggempol dan Kebondalem yang ingin ke Polres Mojokerto, banyak melintasi jembatan tersebut.

“Ya, mengganggu aktivitas warga karena jembatan ini banyak dipakai masyarakat dari beberapa desa yang mau ke Polres Mojokerto,” jelasnya.

Ambruk jembatan penghubung antar desa ini, sudah dilaporkan ke Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto. Agar bisa dilalui, rencananya dalam waktu dekat jembatan akan sera diperbaiki.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT