Berhari.com – Seorang kakek di Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, ditemukan meninggal dunia di bawah reruntuhan atap kamar tidur dengan kondisi terluka bakar. Empat botol berisi sisa-sisa bensin, didapati polisi di kamar korban.
Meninggalnya Sugeng Sugianto (70) ini, sontak membuat heboh. Warga yang penasaran dengan kondisi korban, langsung memenuhi sekitar lokasi kejadian.
Sebelum ditemukan tak bernyawa, terdengar suara ledakan keras dari dalam kamar tidur korban hingga memicu kebakaran. Korban sendiri tinggal bersama keponakannya, Wiwik (54) dan anak perempuannya.
Menurut Wiwik, saat itu ia berada di dalam kamar yang bersebelahan dengan kamar korban. Lalu tiba-tiba, terdengar ledakan keras yang berasal dari kamar korban.
“Anak saya keluar kamar, dan tiba-tiba dari dalam kamar paman saya terdengar ledakan keras, sesaat kemudian terjadi kebakaran. Saya panik, dan langsung keluar rumah untuk meminta pertolongan warga,” ujarnya.
Lebih lanjut Wiwik, menuturkan, jika pamannya sudah lama sakit di kaki. Meski begitu, Sugeng masih bisa berjalan dan keluar rumah.
“Warga berdatangan dan masuk ke dalam untuk memadamkan api. Kalau kondisi paman saya, sakit di kaki tapi masih bisa jalan,” terangnya.
Dua unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian, untuk melakukan pembasahan. Petugas Satreskrim Polres Mojokerto, juga datang ke lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Rudi Zaeny, mengatakan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat ditemukan. Luka bakar yang dialami korban mencapai 100 persen.
“Memang benar ditemukan korban meninggal dunia atas nama Sugeng. Korban menderita luka bakar 100 persen,” jelasnya.
Dari hasil olah TKP yang dilakukan, petugas menemukan empat botol plastik berisi sisa-sisa bensin. Meski begitu, polisi belum bisa memastikan penyebab pasti kebakaran dan masih melakukan penyelidikan.
Sementara itu, suara keras yang terdengar warga diperkirakan berasal dari atap kamar saat terjadi kebakaran. Reruntuhan atap kamar, menimpa tubuh korban dengan posisi terlentang di atas kasur.
“Ledakan itu tidak terjadi, melainkan atap yang runtuh. Kami juga tidak menemukan korek api sebagai pemantik, kami masih terus melakukan pendalaman dan memeriksa saksi-saksi,” tandasnya.
Diduga korban sengaja mengakhiri hidup karena tak kuat menahan penyakit yang diderita dengan menyiramkan bensin dan membakar kamar tidurnya. Guna kepentingan visum, jasad korban dibawa ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.