Kapolres Mojokerto Pimpin Penanaman Jagung Serentak, Target Produksi 48 Ton Jagung Pipil Kering

Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata, saat penanaman jagung serentak kuartal III Tahun 2026 di lahan Tanah Kas Desa (TKD) Kalipuro, Dusun Lebak, Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging.

Berhari.com – Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata, memimpin kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2026 di lahan Tanah Kas Desa (TKD) Kalipuro, Dusun Lebak, Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging, Kamis (30/7). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program prioritas pemerintah di bidang ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Penanaman dilakukan bersama Forkopimca Pungging, pemerintah desa, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di atas lahan seluas 6 hektare. Komoditas yang ditanam merupakan jagung pipil atau jagung pakan ternak yang menjadi salah satu bahan baku utama industri pakan nasional.

Sebanyak 160 kilogram benih jagung hibrida Perkasa Sakti digunakan untuk penanaman di lahan tersebut. Dinas Pertanian juga memberikan bantuan benih sebanyak 10 kilogram, untuk mendukung peningkatan produktivitas tanaman jagung.

Dengan estimasi hasil panen 7–8 ton jagung pipil kering per hektare, produksi dari lahan seluas 6 hektare diperkirakan mampu mencapai sekitar 48 ton. Masa tanam hingga panen diperkirakan berlangsung sekitar 80 hingga 110 hari.

Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan, Polri berkomitmen mendukung setiap program strategis pemerintah yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk penguatan sektor pertanian.

“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Polri siap mendukung dan mengawal berbagai program pemerintah agar dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, pemerintah desa, dan kelompok tani menjadi faktor penting dalam meningkatkan produksi jagung di Kabupaten Mojokerto.

“Melalui sinergi dengan Forkopimca, pemerintah desa, serta para petani, kami berharap produksi jagung di Kabupaten Mojokerto terus meningkat, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap tercapainya Swasembada Pangan Nasional,” katanya.

Usai penanaman, Kapolres bersama Forkopimca dan Gapoktan menggelar diskusi mengenai kebutuhan sarana produksi pertanian, pemanfaatan lahan, serta strategi peningkatan produktivitas jagung. Berbagai masukan dari petani akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan.

Melalui pemanfaatan lahan Tanah Kas Desa secara produktif dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Mojokerto diharapkan mampu meningkatkan produksi jagung pipil sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap program swasembada pangan nasional.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT