Berhari.com – Jelang keberangkatan kloter terakhir, jemaah calon haji (JCH) Kabupaten Mojokerto, mengumpulkan koper berisi barang bawaan ke Kantor Kemenag setempat.
Selain diberi nama dan foto, JCH menandai koper haji miliknya dengan centong nasi, boneka, syal Bendera Indonesia, hingga lato-lato. Warna-warna mencolok dipilih JCH, sebagai penanda koper.
Mereka sengaja memberi tanda di koper haji, untuk memudahkan JCH mengenali koper miliknya. Sehingga koper para JCH tidak tertukar, dengan yang lainnya.
“Biar mudah dikenali saja, kalau koper itu milik saya. Kan koper haji jumlahnya ribuan, kalau tidak diberi tanda kuatir hilang,” ujar Muhammad Taufiq, JCH asal Desa Sooko, Selasa (20/06/23).
Koper haji miliknya, kata Taufiq, diberi tanda syal bendera merah putih. Ia berharap, syal yang dibawanya ke tanah suci membawa berkah bagi Timnas Sepakbola Indonesia.
“Kan kemarin kalah sama Argentina, makanya syal ini saya bawa. Biar kalau main lagi, Timnas Indonesia bisa menang,” ujarnya.
Meski mengaku senang bisa berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini, namun Taufiq mengeluh dengan kondisi koper haji yang dibawa. Karena sudah rusak, sebelum berangkat ke tanah suci.
“Ya seperti ini kondisi koper saya, rusak di bagian tentengan. Makanya, koper saya ikat tali agar tidak ambrol. Tadi ada banyak milik JCH lain yang rusak juga,” terangnya.
Sementara itu, Kemenag Kabupaten Mojokerto mengimbau para JCH untuk menjaga kesehatan. Karena Kabupaten Mojokerto merupakan kloter terakhir.
“Pada prinsipnya, kita minta para jemaah mempersiapkan diri dengan baik, karena berangkat kloter terakhir,” ucap Muttakin, Kepala Kemenag kepada wartawan.
Menurut Muttakin, sesampainya di tanah suci JCH Kabupaten Mojokerto, akan langsung menunaikan rukun haji karena bertepatan dengan puncak ibadah haji.
“Begitu sampai di Madinah dan Mekkah, kami minta yang dibawa bukan bendera KBIH melainkan Kabupaten Mojokerto,” tandasnya.