Kuatkan UPZ, Baznas Jatim Siapkan Perlindungan untuk Pedagang Kecil

Ketua Baznas Jatim, KH Ali Maschan Moesa, saat membuka Rakor dan Gathering bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Berhari.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya melalui rapat koordinasi dan gathering bersama seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Jatim yang digelar di Hotel Vanda, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan ini dihadiri jajaran penting, mulai dari Sekretariat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Suhartono, hingga para Ketua Baznas kabupaten dan kota di seluruh Jawa Timur. Acara ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah dalam optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

Sekretariat Dinas Pendidikan Jatim, Suhartono, menyampaikan bahwa pihaknya merasakan langsung manfaat program Baznas. Ia mencontohkan bantuan yang telah diberikan kepada guru-guru pada peringatan Hari Guru lalu.

“Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memiliki 24 cabang dinas. Semuanya bisa terlibat secara penuh dalam pelaksanaan program Baznas, dan manfaatnya sudah kami rasakan,” ujarnya, Senin (22/12).

Ke depan, Dinas Pendidikan Jatim berkomitmen mendukung Baznas dengan mendorong seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di 24 cabang dinas untuk berzakat dan berinfak melalui Baznas.

“Bentuk dukungannya adalah keterlibatan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di masing-masing wilayah cabang dinas untuk menyalurkan zakat dan infak melalui Baznas,” tambah Suhartono.

Sementara itu, Ketua Baznas Jawa Timur, KH Ali Maschan Moesa, mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama Pemprov Jatim di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa adalah melindungi pedagang kecil dari jeratan utang bank titil atau rentenir.

“Pedagang kecil jangan sampai terjerat utang berbunga tinggi. Baznas hadir memberi bantuan modal antara Rp1 juta hingga Rp3 juta sesuai arahan Ibu Gubernur,” jelasnya.

Program ini, lanjut KH Ali, telah diuji coba di sejumlah daerah seperti Banyuwangi, Tulungagung, dan Ngawi, dan kini mulai diperluas dengan menggandeng Bank UMKM. Total dana sekitar Rp55 miliar disiapkan Baznas untuk membantu masyarakat kecil agar tetap berdaya tanpa bergantung pada pinjaman berbunga.

“Peran Baznas sangat penting, karena dana ini sepenuhnya untuk rakyat kecil,” tandasnya.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT