Melihat Dampak Positif Bagi Masyarakat Hutan di Festival Perhutanan Mojokerto

Menteri LHK, Siti Nurbaya, saat memukul gong tanda dibukanya Festival Perhutanan Sosial 2023 di Kawasan Wisata Padusan, Kecamatan Pacet. Dok Diskominfo Kabupaten Mojokerto.

Berhari.com – Mendapingi Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Siti Nurbaya, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, meresmikan Festival Perhutanan Sosial, Selasa (23/05/23).

Berbagai produk hasil hutan dipamerkan dalam Festival yang digelar di Kawasan Wisata Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Di antaranya kopi, madu, rempah-rempah hingga kerupuk singkong.

Dalam kesempatan ini, Bupati Ikfina, mengapresiasi Festival Perhutanan Sosial untuk yang pertama kalinya diadakan di Kabupaten Mojokerto.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Mojokerto, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Selamat datang ibu menteri,” kata Ikfina dalam sambutannya.

Lebih lanjut Ikfina menjelaskan, dari 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto, Enam di antaranya memiliki wilayah yang terdapat hutan. Seperti Kecamatan Pacet, Trawas, Gondang, Kemlagi, Dawarblandong dan Jetis.

Sehingga banyak masyarakat yang mengantungkan hidupnya dari hutan. Adanya pameran produk perhutanan ini, Ikfina berharap bisa menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Para petani kita sangat mahir dalam mengolah dan merawat produk hasil hutan. Tapi yang menjadi masalah adalah bagaimana cara menjual produk tersebut, dan hal ini yang membutuhkan tindak lanjut,”ucapnya.

Sementara itu, Menteri LHK, Siti Nurbaya mengatakan, jika Festival Perhutanan Sosial harus bisa memberi dampak positif ke para petani. Mulai dari sektor usaha mikro, UMKM, perbankan maupun pariwisata.

Ia menegaskan, praktik perhutanan sangat penting dalam mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan dan sosial. Festival Perhutanan menjadi peluang investasi dan pemasaran produk masyarakat sekitar hutan.

“Pesan Pak Jokowi, masyarakat sekitar hutan harus sejahtera dengan memberi modal dan dukungan yang tepat. Sehingga masyarakat bisa produktif dan ekonomi semakin tumbuh,” ungkapnya.

Festival Perhutanan yang bertajuk “Perhutanan Sosial Sumber Penghidupan” ini merupakan inisiasi AP2SI dan akan digelar mulai 23-26 Mei 2023.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT