Berhari.com – Berbagai cara dilakukan warga di Kota Mojokerto, saat menunggu waktu berbuka puasa. Salah satunya bagi para pecinta dan penghobi kereta api.
Mereka memanfaatkan pinggir perlintasan kereta api di Kelurahan Miji, Kota Mojokerto, sebagai tempat bersantai sembari menanti kereta api melintas.
Tak hanya orang dewasa, tampak anak-anak juga duduk berderet di pinggir perlintasan yang akan masuk dan berangkat dari Stasiun Mojokerto.
Selain hobi, mereka mengaku memilih menghabiskan waktu menunggu adzan magrib, karena ingin mengenalkan kepada anaknya moda transportasi, seperti kereta api.
“Saya datang ke sini bersama istri dan anak, sekitar jam lima sore. Ya, menunggu waktu berbuka puasa sambil melihat kereta api melintas,” ujar Saropin (47) warga Sinoman, Kota Mojokerto.
Meski berbahaya karena tidak ada pagar pembatas perlintasan, namun para penghobi dan pecinta kereta api ini rela menunggu lama. Saat kereta api akan melintas, mereka langsung mengambil ponsel untuk mengabadikannya.
“Setiap hari selama Bulan Ramadan, saya pasti di sini untuk ngabuburit dengan melihat kereta api melintas. Ya, rasanya enak dan nyaman kalau melihat kereta api,” terang Amran Prasta (15), siswa SMP 2 Kota Mojokerto.
Di perlintasan Kelurahan Miji, Kota Mojokerto, selalu ramai mulai pukul lima hingga enam sore, terutama di Bulan Ramadan. Para pecinta dan penghobi menunggu melintasnya kereta api Argo Wilis dan Bima.