Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhajir Efendi mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Shiddiqiyah di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Senin (12/09/22).
Kunjungan Menko PMK Muhajir Efendi ini merupakan yang pertama kali pasca mencuatnya dugaan kasus pencabulan yang dilakukan MSAT terhadap santriwatinya.
Pimpinan Ponpes Shiddiqiyah Kiai Muhtar Mukti, ayah dari Mas Bechi sapaan akrab MSAT menyambut langsung kedatangan Menko PMK didampingi sejumlah pengurus pesantren.
Pertemuan Kiai Muhtar Mukti dengan Muhajir Efendi dilakukan di rumah induk. Keduanya berbincang secara terbuka, tanpa membahas masalah hukum yang menjerat MSAT.
Menko PMK Muhajir Efendi mengatakan kedatangannya ke Ponpes Shiddiqiyah untuk melihat kelangsungan proses belajar mengajar yang sempat ditutup beberapa waktu lalu.
Selain itu, dirinya juga ingin mendapat laporan dari kegiatan di pesantren dengan 1500 santri tersebut. Apakah Sudah berjalan normal ataukah masih belum.
“Ternyata aktivitas pesantren sudah lancar seperti biasa. Saya juga menyampaikan salam dari Pak Presiden Jokowi ke seluruh pengasuh termasuk Kiai Muhtar Mukti,” kata Muhajir.
Menurut Muhajir, pihaknya ingin pendidikan di pesantren menjadi pilihan terbaik. Pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi-generasi yang cinta tanah air.
Untuk menyongsong era emas tahun 2024, pesantren harus berbenah. Mujajir meyakini, Ponpes Shidiqiyah merupakan salah satu bagian penting dalam membangun dan mencintai Bangsa Indonesia.
“Semua berbenah, kita semua sedang membangun karakter bangsa. Membangun akhlaq karimah,” terang Muhajir.
Usai berbincang dengan Kiai Muhtar Mukti, Menko PMK Muhajir Efendi melanjutkan kunjungannya dengan berkeliling lingkungan Ponpes Shiddiqiyah.