Berhari.com – Jelang puncak ibadah haji, 1.137 jemaah calon haji (JCH) Kabupaten Mojokerto, diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya,Rabu (21/06/23).
Keberangkatan JCH Kabupaten Mojokerto yang merupakan kloter terakhir Indonesia ini, diwarnai isak tangis keluarga dan kerabat. Mereka terharu saat menyaksikan, bus yang mengangkut JCH melintas.
Keluarga dan kerabat hanya bisa melambaikan tangan kepada para JCH, karena tidak diperbolehkan masuk ke Halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto.
Keberangkatan ribuan JCH kloter 81-84 tersebut, dilepas langsung oleh Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati. Bupati perempuan pertama Mojokerto ini meminta, para JCH untuk menjaga kesehatan.
“Semoga semua diberi kelancaran, keberkahan saat menjalankan ibadah haji. Semoga semua kembali ke tanah air, Kabupaten Mojokerto dengan predikat haji mabrur,” kata Ikfina saat melepas keberangkatan JCH.
Dari total 1.137 JCH yang berangkat ke tanah suci untuk menunaikan rukun islam ke lima, 24 persen di antaranya merupakan JCH lansia.
Meski begitu jika dibadingkan dengan JCH kabupaten atau kota lainnya, JCH Kabupaten Mojokerto tidak beresiko tinggi lantaran usia.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto, Muttakin, mengatakan, penentuan lansia berdasarkan Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji.
“Kita, kabupaten-kota hanya mengusulkan, yang menentukan adalah Siskohat yang ada. Kalau JCH Kabupaten Mojokerto, saya rasa sehat-sehat dan hanya sedikit lansia,” terangnya kepada wartawan.
Menurutnya, para JCH tidak akan langsung diberangkatkan ke Arab Saudi. Akan tetapi, mereka akan dikarantina di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
“Ditempatkan dulu di asrama haji selama 24 jam. Jika masuk pukul 17.00 WIB, maka JCH akan berangkat sore,” tandasnya.