Berhari.com – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Disperindag menghadirkan Pameran Produk Unggulan Daerah bertajuk Pasar Murah Ramadan. Program ini digelar serentak di 10 kecamatan mulai 25 Februari hingga 12 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau. Tak hanya itu, bazar produk UMKM lokal turut meramaikan acara, memberi ruang promosi sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah selama Ramadan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi, menyampaikan bahwa pasar murah ini merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat.
“Kami ingin memastikan warga bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau. Di sisi lain, ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan dan memperkuat daya saing produk UMKM Sidoarjo,” ujarnya.
Selain bazar dan pasar sembako murah, kegiatan ini juga diramaikan dengan Lomba Masak PKK se-Kabupaten Sidoarjo. Ajang tersebut diharapkan mampu mendorong kreativitas kader PKK dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi menu sehat dan bergizi bagi keluarga.
Menurut Sriatun, PKK memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga. Melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan dan pemberdayaan ekonomi berbasis keluarga diharapkan semakin tumbuh selama Ramadan.
Berikut jadwal pelaksanaan Pasar Murah Ramadan 1447 H di Sidoarjo:
1. 25 Februari 2026 – Kecamatan Buduran (15.00–17.30 WIB)
2. 26 Februari 2026 – Kecamatan Sidoarjo (15.00–17.30 WIB)
3. 2 Maret 2026 – Kecamatan Jabon (15.00–17.30 WIB)
4. 3 Maret 2026 – Kecamatan Krembung (15.00–17.30 WIB)
5. 4 Maret 2026 – Kecamatan Prambon (15.00–17.30 WIB)
6. 5 Maret 2026 – Kecamatan Tarik (15.00–17.30 WIB)
7. 9 Maret 2026 – Kecamatan Krian (15.00–17.30 WIB)
8. 10 Maret 2026 – Kecamatan Gedangan (15.00–17.30 WIB)
9. 11 Maret 2026 – Kecamatan Sedati (15.00–17.30 WIB)
10. 12 Maret 2026 – Kecamatan Waru (15.00–17.30 WIB)
Pemerintah berharap Pasar Murah Ramadan ini mampu meningkatkan daya beli masyarakat, memperkuat eksistensi UMKM lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif sepanjang bulan suci.