Pertamax Tercampur Pertalite, Diskopukmperindag Kota Mojokerto Sidak SPBU

Petugas ambil sampel pertamax dan pertalite di SPBU Jalan Raya Bypass Kota Mojokerto.

Berhari.com – Diskopukmperindag dan Satreskrim Polres Mojokerto Kota, melakukan sidak ke sejumlah SPBU, Kamis (27/02). Sidak ini sengaja dilakukan untuk melindungi konsumen, dengan adanya isu terkait bahan bakar pertamax tercampur pertalite.

Salah satunya sidak di SPBU Jalan Raya Bypass, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan. Petugas meminta operator mesin pompa SPBU, untuk mengambil sampel pertamax maupun pertalite.

Kabid Perdagangan Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Muhammad Fauzan Suryahadi, mengatakan, pihaknya ingin memastikan kemurnian BBM yang dijual SPBU. Hal ini demi melindungi konsumen yang setiap harinya memakai pertamax, sebagai BBM.

“Hari ini sifatnya meninjau lapangan, terkait isu secara nasional yaitu bahan bakar pertalite dan pertamax. Karena konsumennya warga Kota Mojokerto, kita ingin memastikan warga mendapatkan bahan bakar sesuai spesifikasi,” terangnya.

Dari sampel pertamax dan pertalite yang diambil, menurut Fauzan, tidak ada indikasi palsu. Hal ini dibuktikan dengan warna kedua BBM tersebut.

“Kita sudah mengecek di SPBU Bypass, sampel yang diambil 1 liter pertamax dan 1 liter pertalite. Disitu jelas warnanya berbeda, pertamax kebiruan dan untuk pertalite warnanya hijau,” jelasnya.

Lebih lanjut Fauzan menyampaikan, dari 5 SPBU yang disidak tidak ditemukan pertamax yang tercampur pertalite. Selain mengecek keaslian pertamax produksi Pertamina, petugas Diskopukmeperindag dan Satreskrim Polres Mojokerto, mengecek mesin pompa SPBU.

“Kami juga melakukan pengecekan mesin pompa SPBU, sebagai antisipasi kecurangan takaran. Bisa kita lihat bersama, mesin pompa masih dalam kondisi tersegel,” tandasnya.

Selain harga lebih murah dibanding pertamax, pengendara motor saat ini memilih pertalite karena dirasa aman ke mesin. Meski memakai BBM mahal, namun mesin motor cepat rusak.

Seperti yang dialami, Feri. Saat ini, ia tak lagi menggunakan pertamax sebagai BBM motor miliknya dan beralih ke pertalite.

“Saya tiap hari ke Surabaya, BBM pakai pertalite lebih ekonomis. Sebelumnya pakai pertamax, tapi mesin motor Nmax saya rusak q pumpnya, jadi saya sekarang pakai pertalite lebih aman,” ungkapnya.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT