Berhari.com – Gerakan tanam jagung serentak se-Jawa Timur resmi digelar, dan dipusatkan di lahan milik Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Selasa (5/8). Kegiatan ini menjadi tonggak penting kolaborasi antara pemerintah daerah, Kepolisian Republik Indonesia, pesantren, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Hadir langsung dalam acara tersebut Bupati Jombang, Warsubi, bersama Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Dedi Prasetyo, yang mewakili Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Para tokoh nasional dan ulama besar turut serta menggunakan alat tanam modern, diantaranya KH. Abdul Hakim Mahfudz, KH. Cholil Dahlan, KH. Hasib Wahab, KH. Abdussalam Sochib serta Rais Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar, dan Ketua MUI Jatim, KH. Hasan Mutawakil Alallah.
“Gerakan ini bukan sekadar aksi tanam jagung. Ini adalah pesan kuat dari Kota Santri untuk Indonesia bahwa ketahanan pangan adalah jihad modern,” tegas Bupati Warsubi.
Ia juga mengingatkan bahwa dulu banyak pesantren berkembang dari hasil pertanian, dan kini waktunya menghidupkan kembali semangat itu.
Penanaman jagung dilakukan secara serentak di 264 pondok pesantren di Jawa Timur melalui jaringan komunikasi nasional. Dari total lahan tanaman jagung seluas 500 hekatre, 10 hektare berada di lahan milik Ponpes Tebuireng.
“Alhamdulillah, hari ini kita tanam serentak dengan sinergi luar biasa dari pesantren se-Jawa Timur,” ungkap Komjen Dedi Prasetyo.
Menurut Komjen Dedi, gerakan ini merupakan bagian dari program nasional penanaman jagung seluas 200.000 hektare pada kuartal III tahun 2025, sebagai lanjutan dari penanaman sebelumnya di 330.000 hektare lahan perhutanan sosial. Target hingga akhir tahun: 1 juta hektare dengan proyeksi hasil mencapai 4 juta ton jagung nasional.
“Program ini bukti nyata peran Polri dalam mendukung kedaulatan pangan Indonesia melalui sinergitas dengan berbagai elemen bangsa,” tegas Komjen Dedi yang juga telah ditunjuk sebagai Wakapolri.
Dalam kesempatan tersebut, Komjen Dedi Prasetyo, juga menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada Pesantren Tebuireng yang diterima langsung oleh KH. Abdul Hakim Mahfudz, , serta menyalurkan bantuan sosial dan tali asih kepada masyarakat dan santri.