PKK Sidoarjo Edukasi Jajanan Sehat Demi Tumbuh Kembang Anak yang Optimal

TP PKK Sidoarjo sosialisasi jajanan sehat untuk anak.

Berhari.com – Menyadari pentingnya peran perempuan sebagai garda terdepan dalam keluarga, Pokja III TP PKK Kabupaten Sidoarjo menggelar kegiatan Sosialisasi Jajanan Sehat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya makanan bergizi dan higienis bagi anak-anak sekolah. Acara ini digelar dengan melibatkan para guru SD/MI serta kader PKK dari seluruh kecamatan di Sidoarjo, Kamis (tanggal menyesuaikan).

Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para ibu dan tenaga pendidik, tentang pentingnya menyediakan jajanan yang aman dan sehat bagi anak-anak di lingkungan sekolah.

Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, dr. Hj. Sriatun Subandi, membuka kegiatan secara simbolis dan menekankan bahwa anak usia sekolah sedang berada di fase pertumbuhan yang sangat pesat. Di masa ini, kebutuhan gizi harus benar-benar tercukupi.

“Anak sekolah bisa mendapatkan 10 hingga 20 persen kebutuhan gizinya dari jajanan yang dikonsumsi di sekolah. Maka dari itu, penting bagi kita untuk memastikan bahwa makanan yang mereka konsumsi tidak hanya mengenyangkan, tapi juga bernutrisi dan aman,” jelasnya.

Tak hanya mengenalkan jenis-jenis jajanan sehat, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber kompeten dari bidang kesehatan, termasuk Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Laksmi Herawati Yuwantina, M.Kes, yang turut memberikan materi terkait kandungan gizi, kebersihan makanan, dan risiko bahan tambahan berbahaya pada makanan anak-anak.

Dalam sambutannya, Sriatun menyebut bahwa jajanan sehat harus memenuhi kriteria tertentu, seperti dimasak matang, tidak mengandung bahan berbahaya, bersih, bergizi, dan tidak mencolok secara warna atau bau.

“Jajanan sehat bukan cuma soal rasa, tapi juga soal dampaknya terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak. Anak-anak yang aktif membutuhkan energi yang cukup dan berasal dari sumber yang sehat,” tegasnya.

Lebih dari 225 peserta yang terdiri dari kader PKK serta guru SD/MI diajak untuk menjadi motor perubahan dalam kebiasaan konsumsi anak-anak. Guru diminta ikut memantau kantin sekolah, sementara orang tua didorong untuk membekali anak dengan makanan dari rumah dan memberikan pemahaman tentang makanan sehat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kebiasaan baik sejak dini. Jika jajanan sehat menjadi pilihan utama, maka kesehatan anak-anak bisa lebih terjaga dan masa depan mereka lebih cerah,” tutur Sriatun.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan sosialisasi ini sebagai langkah awal gerakan hidup sehat dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas.

“Mudah-mudahan ini bukan hanya acara seremonial, tapi benar-benar jadi gerakan bersama untuk hidup lebih sehat, dimulai dari hal sederhana seperti memilih jajanan yang baik,” pungkasnya.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT