Berhari.com – Seorang kakek berusia sekitar 80 tahun bernama Dimyati, terjepit di sela-sela tembok pembatas rumah di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Selasa (15/9) sore. Warga yang mengetahui kejadian tersebut, langsung berdatangan dan berupaya mengevakuasi korban yang terjebak dalam posisi miring di celah tembok.
Proses evakuasi berlangsung dramatis selama sekitar 30 menit karena celah di antara tembok semakin menyempit ke arah belakang rumah. Warga akhirnya terpaksa membongkar sebagian tembok agar tubuh korban bisa dikeluarkan.
Sekretaris Desa Ngrame, Iswahyudi, mengatakan kondisi korban saat ditemukan cukup memprihatinkan karena tubuhnya terjepit di sela-sela tembok. Warga juga tidak mengetahui bagaimana korban bisa masuk ke celah sempit tersebut.
“Kondisi korban memang agak lupa ingatan. Kami tidak tahu bagaimana korban bisa berjalan masuk ke sela-sela tembok tersebut hingga akhirnya terjepit,” ujarnya.
Warga kemudian berupaya membuka ruang dengan membongkar bagian tembok yang menjepit tubuh Dimyati. Mereka menggunakan gergaji, karena tembok sulit dihancurkan dengan cara dipahat.
“Proses evakuasi kurang lebih 30 menit. Kami sampai menggunakan gergaji untuk memotong tembok karena kalau dibetel atau dipahat tidak memungkinkan,” ungkapnya.
Setelah berupaya selama sekitar setengah jam, warga akhirnya berhasil mengeluarkan tubuh Dimyati dari sela-sela tembok dalam kondisi selamat. Korban diketahui hanya mengalami luka lecet pada bagian tangan, kaki, dan kepala.
Iswahyudi menjelaskan, posisi tubuh korban saat ditemukan dalam keadaan miring dan hampir seperti setengah terbaring. Celah tempat korban terjebak juga sangat sempit, sehingga warga harus berhati-hati saat melakukan proses evakuasi.
“Sebelumnya, di lokasi itu memang ada jalan menuju ke belakang yang biasa dilewati korban. Namun, semakin ke dalam celahnya semakin sempit, bahkan lebarnya kurang dari setengah meter,” terangnya.
Warga menduga Dimyati masuk ke sela-sela tembok saat hendak pulang ke rumahnya. Kondisi korban yang disebut sudah mengalami pikun diduga membuatnya tetap berjalan melewati area tersebut meski jalur itu sudah berubah setelah pembangunan tembok.
Sebelum pembangunan tembok, area tersebut merupakan jalan yang biasa dilalui Dimyati untuk menuju rumahnya. Namun, setelah tembok dibangun, akses tersebut berubah menjadi celah sempit yang semakin mengecil ke arah belakang.
Usai berhasil dievakuasi, warga kemudian membawa Dimyati ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Soekandar, Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan korban setelah cukup lama terjepit di antara tembok.