Berhari.com – Peringati Hari Pers Nasional (HPN) ke-79, sejumlah penghargaan bakal diberikan dalam ajang PWI Mojokerto Award 2025. Penghargaan itu akan diberikan kepada para pengerak sosial, ekonomi kreatif, pendidikan, olahraga hingga pengusaha inspiratif.
Tak hanya instansi dan lembaga pemerintah, PWI Mojokerto Award 2025 juga akan dianugerahkan ke pihak swasta sesuai kategori penghargaan. Reward ini sebagai bentuk apresiasi PWI Mojokerto bagi mitra, yang selama ini berkontribusi dan kompeten di bidangnya.
Ketua PWI Mojokerto, Aminudin Ilham, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tim survei yang berisikan para jurnalis secara independen. Sehingga, penghargaan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kompentesi para penerima.
“PWI Mojokerto Award 2025 ini merupakan bentuk apresiasi dari temen-temen wartawan, kepada instansi dan lembaga pemerintah maupun swasta. Saya bersama tim, menjamin penilaian bagi penerima penghargaan dilakukan secara obyektif,” ungkapnya, Jumat (17/01).
Reporter TV swasta di Jatim ini menambahkan, HPN 2025 menjadi momen silahturahmi dan sinergitas PWI Mojokerto dengan berbagai pihak. Di antaranya pemerintah, TNI-Polri dan swasta.
“Tema HPN tahun ini yakni, Pers Mengawal Ketahanan Pangan untuk Kemandirian Bangsa. Untuk itu saya berharap, PWI Mojokerto bisa berkontribusi dan berperan dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah melalui pemberitaan,” tandasnya.
Pemberian penghargaan tersebut merupakan rangkaian dari HPN yang digelar PWI Mojokerto. Tak hanya PWI Award, sejumlah even lainnya seperti senam massal hingga baksos yang telah menjadi agenda tahunan dari para penggiat pers bakal diadakan.
“Selain penghargaan, PWI Mojokerto juga akan menggelar rangkaian kegiatan dalam peringatan HPN tahun ini. Khusus untuk PWI Award 2025, kami sengaja memberi penghargaan sebagai motiviasi agar terus berprestasi, komitmen dan konsisten di bidang masing-masing,” terang Siswanto, Ketua Panitia HPN.
Wakil Ketua Bidang Advokasi PWI Mojokerto, Moch Khariris, menjelasakn, bagi peraih penghargaan telah dilakukan penilaian secara ketat. Penerima penghargaan telah melalui pola perumusan yang obyektif sesuai bidang yang digeluti.
“Peraih penghargaan di bidang hukum misalnya, mereka dinilai komit terhadap bidang yang dijalaninya. Demikian dengan penggerak bidang keolahragaan dan lain sebagainya,” tandas Khariris.