Sapi Kurban Diberi Tanda Unik Peternak, Ini Rahasianya

Giyono (40), salah satu peternak sapi di Peternakan Lembu Makmur Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, menunjukkan barcode di kuping sapi miliknya. Foto Lif

Berhari.com – Sapi-sapi kurban di kandang Peternakan Lembu Makmur, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, diberi tanda unik.

Penanda tak lazim yang memililki warna kuning ini ditempelkan di kuping sapi. Menurut para  peternak, tanda khusus tersebut diberikan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Mojokerto.

Tanda khusus yang merupakan barcode itu menunjukkan, jika sapi milik peternak telah disuntik vaksin untuk mengantisipasi virus penyakit kuku dan mulut.

Sehingga sapi-sapi tersebut dapat terhindar dari penyakit PMK. Selain itu sapi–sapi aman dijadikan hewan kurban dan dagingnya layak untuk dikonsumsi.

“Kalau total semua di kandang, ada sekitar 45 ekor sapi. Milik saya 5 ekor, semuanya sudah disuntik vaksin dan diberi tanda di kuping,” kata Giyono (40), salah satu peternak, Sabtu (10/06/23).

Giyono mengaku, jelang Idul Adha harga sapi kurban di Peternakan Lembu Makmur naik dibandingkan tahun lalu. Rata-rata kenaikan mencapai 1-2 juta rupiah  per ekor.

“Misalnya sapi kurban tahun lalu dijual 15 juta, kini oleh peternak dijual 17 juta rupiah per ekor. tentunya harga, sesuai dengan ukuran sapi kurban,” terangnya.

Lebih lanjut Giyono, menjelaskan, jika di Peternakan Lembu Makmur hanya menjual sapi jantan dan tidak menjual sapi betina. Lantaran peternakan ini merupakan penggemukan.

“Jadi semua peternak disini, kira-kira ada 20 peternak  tidak menjual sapi betina dan sapi betina akan menjadi indukan,” tandasnya.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT