Berhari.com – Memiliki potensi luar biasa sebagai penghasil buah durian, Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Mojokerto, menjadi salah satu ikon baru Bumi Majapahit. Tak hanya di lahan warga, buah dengan rasa dan aroma khas tersebut, juga dihasilkan dari lahan milik Perhutani.
Terdapat ratusan hektar lahan yang kini ditanami durian, dan semuanya dikelola warga Desa Duyung. Dengan potensi yang ada, desa yang berada di lereng Gunung Penanggungan ini diresmikan menjadi Wisata Kampung Durian, Sabtu (05/03/23).
Peresmian Duyung sebagai wisata Kampung Durian, ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati. Menurut Ikfina, Desa Duyung sebagai tempat wisata tak lepas dari upaya dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto mengembangkan desa wisata.
“Buah durian ini bisa dipanen setiap tahun, itu yang harus kita syukuri. Kita harus pertahankan, karena menjadi komoditas yang bisa diandalkan Desa Duyung,” ujar Ikfina.
Ikfina mengatakan, Desa Duyung bisa menjadi sentra penghasil buah durian dan pengolahan produk-produk berbahan durian. Melalui durian, diharapkan bisa menyejahterakan kehidupan masyarakat Desa Duyung seiring meningkatnya perekonomian.
Lebih lanjut Ikfina menjelaskan, secara keseluruhan buah durian memiliki nilai ekonomis tinggi, baik itu isi dan kulitnya. Jika bisa mengelola dengan baik, maka dapat menjadi produk berharga yang mendatangkan pundi-pundi rupiah.
“Tinggal bagaimana kita bisa menarik wisatawan dari luar daerah datang ke sini, untuk menikmati durian Duyung,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Desa Duyung, Juniarto Bambang mengatakan, peredaran uang mencapai ratusan juta rupiah setiap hari, saat musim durian. Permintaan dari penikmat durian cukup tinggi, terlebih di panen raya durian tahun ini.
Deretan rumah warga yang menjual durian, dipastikan penuh dengan pengunjung. Setiap rumah rata-rata bisa menjual 100 biji buah durian, sehingga keuntungan yang diperoleh mencapai jutaan rupiah.
“Kalau rata-rata harga 25-30 ribu rupiah per biji, maka omzetnya bisa 3 juta rupiah. Ini artinya perputaran ekonomi di Desa Duyung mencapai ratusan juta rupiah setiap harinya,” tandasnya.