Viral! Kakek Hilang di Mojokerto Dievakuasi Pakai Amben Bambu

Warga terpaksa menandu Doso menggunakan amben bambu usai ditemukan di area bekas galian C.

Berhari.com –  Kisah seorang kakek bernama Doso (70), warga Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, menjadi sorotan setelah proses evakuasinya viral di media sosial. Doso ditemukan dalam kondisi lemas di area bekas tambang galian C, setelah dilaporkan hilang selama dua hari.

Saat ditemukan pada Senin (27/7) sore , Doso masih dalam keadaan sadar. Namun, ia terus mengerang kesakitan akibat mengalami nyeri pada bagian pinggang. Karena medan menuju lokasi cukup sulit, warga terpaksa mengevakuasinya menggunakan amben bambu hingga keluar dari area bekas tambang.

Kesulitan tidak berhenti di situ. Warga mengaku harus mencari truk bak terbuka untuk mengangkut Doso pulang lantaran desa tidak memiliki mobil siaga. Truk tersebut bahkan harus memutar sekitar lima kilometer karena akses jalan terdekat mengalami kerusakan.

“Sangat sulit medannya. Karena tidak ada mobil siaga, akhirnya kami menghubungi sopir truk yang sedang mengangkut palet. Truk harus memutar sekitar lima kilometer karena jalan menuju desa lain runtuh dan tidak bisa dilalui. Proses evakuasi memakan waktu lebih dari dua jam,” kata Sunaryo, salah satu warga yang menandu Doso.

Sebelumnya, Doso dilaporkan hilang sejak Minggu (26/7) siang . Keluarga bersama warga desa terus melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan korban di area bekas tambang galian C pada Senin sekitar pukul 16.00 WIB.

Menantu korban, Muhaimin, mengatakan kondisi Doso saat ditemukan sangat lemah, meski masih sadar. Demi mempercepat penanganan, warga menggunakan amben bambu dan kemudian mengangkutnya menggunakan truk.

“Beliau hilang selama dua hari. Saat ditemukan di lokasi galian sekitar pukul empat sore kondisinya lemas tetapi masih sadar. Karena darurat dan pinggangnya sakit, kami mengangkatnya dengan ambeng lalu dinaikkan ke truk agar lebih cepat sampai rumah,” ujar Muhaimin.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, perangkat desa maupun kepala desa tidak berada di kantor. Warga berharap pemerintah desa segera menyediakan mobil siaga agar dapat digunakan dalam kondisi darurat, sehingga proses evakuasi warga yang membutuhkan pertolongan tidak lagi terkendala keterbatasan sarana transportasi.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT