Berhari.com – Puluhan warga Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, menyuarakan dukungan terhadap proyek irigasi Sungai Sumber Kembar. Mereka beramai-ramai mendatangi kantor desa setempat, Senin (22/09) pagi.
Aksi damai ini menjadi wujud harapan para petani agar proyek strategis dengan anggaran Rp4 miliiar tersebut bisa segera rampung. Sehingga bisa membawa manfaat besar bagi pertanian desa mereka.
Dalam aksinya, warga membawa dua spanduk besar berisi dukungan terhadap proyek irigasi primer dan sekunder yang sedang dikerjakan. Kedatangan warga ini diterima langsung oleh Kepala Desa Wonodadi, Miskan, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Kutorejo.
Perwakilan warga juga menandatangani nota kesepakatan sebagai bentuk komitmen bersama untuk mengawal proyek hingga selesai. Koordinator aksi, Amang (50), menyampaikan bahwa para petani sangat membutuhkan irigasi tersebut.
Pasalnya, saluran irigasi di Sungai Sumber Kembar mengairi sekitar 90 hingga 100 hektare lahan pertanian. Tak hanya lahan pertanian Desa Wonodadi, saluran irigasi juga banyak dipakai untuk area persawahan di Desa Singowani.
“Kami datang ke sini untuk mendukung, bukan menuntut. Proyek ini penting bagi petani. Kalau cepat selesai, kami bisa tanam lebih maksimal. Apalagi musim hujan sudah dekat, jangan sampai sawah terendam karena irigasi belum beres,” ujar Amang.
Ia menambahkan, jika proyek tidak rampung sebelum musim hujan, potensi banjir bisa mengancam hasil panen warga. Karena itu, warga sepakat untuk terus memantau dan mendukung jalannya pembangunan.
Kepala Desa Wonodadi, Miskan, membenarkan bahwa sempat terjadi kesalahpahaman terkait tumpukan material di sungai. Namun, ia menegaskan bahwa material tersebut hanya dipindahkan sementara ke tanggul agar proyek bisa berjalan lancar.
“Material itu tidak hilang, hanya dipindah sementara. Setelah pekerjaan selesai, akan dikembalikan ke tempat semula. Warga kini sudah memahami dan sepakat mendukung pembangunan,” jelas Miskan.
Ia menegaskan, bahwa bendungan ini akan mengairi sawah milik petani di tiga dusun, yakni Sumberkembar, Pasinan, dan Wonokerto. Sebelumnya, warga hanya bisa menanam dua kali karena keterbatasan air, namun dengan adanya proyek ini diharapkan petani bisa kembali tanam tiga kali setahun.
Proyek irigasi di Sungai Sumber Kembar masuk dalam program Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi di bawah kewenangan Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto. Total anggaran mencapai Rp4,125 miliar dengan masa pelaksanaan 160 hari kerja, dimulai sejak 4 Juli 2025 dan dilaksanakan oleh PT Cumi Darat Konstruksi.
Dengan dukungan penuh dari warga dan koordinasi yang solid antara pemerintah desa, kecamatan, dan pelaksana proyek, pembangunan sistem irigasi ini diharapkan bisa rampung tepat waktu dan memberi dampak nyata bagi ketahanan pangan lokal.