Upaya pencarian Raffi Dimas Badar (20) yang hilang saat berkemah di Bukit Krapyak Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Mojokerto, belum membuahkan hasil. Hingga hari kesembilan keberbadaan mahasiswa asal Pasuruan itu masih misterius.
Komandan Tim Sar Oktaviano mengatakan, pihaknya telah menyisir Bukit krapyak yang merupakan kawasan lereng Gunung Welirang sejauh 20 kilometer. Namun belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan Raffi.
“Operasi Sar kita berdasarkan peta lokasi. Kalau menurut teman-teman Tahura luas area penyisiran lokasi kurang lebih tiga hektar,” kata Oktaviano kepada wartawan, Senin (19/09/22).
Lebih lanjut Oktaviano menjelaskan, di hari ketujuh Operasi Sar pihaknya menerjunkan tim yang membawa provider. Tim khusus ini untuk melacak sinyal telepon genggam milik Raffi.
“Jadi setelah dilacak ternyata sinyal yang paling kuat berada di kawasan Goa Cina dan Pucuk Puyang. Namun tim yang mengarah kesana, hasilnya juga nihil,” ujarnya.
“Kita juga mencari tanda-tanda yang dipakai sebagai petunjuk. Seperti baju, ikat kepala dan sandal juga tak ditemukan,” imbuhnya.
Oktaviano sendiri tidak bisa memastikan konsidi Raffi yang hilang sejak Sabtu 10 September 2022 lalu. “Biasanya lima hari tanpa perbekalan makanan akan mengalami hipotermia atau kedinginan,” uangkapnya.
Karena telah memperpanjang waktu pencarian selama dua hari, Operasi Sar akhirnya dihentikan. Tim Basarnas Surabaya akan menunggu perkembangan selanjutnya terkait keberadaan mahasiswa asal Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Pasuruan tersebut.
“Iya dipastikan hilang, untuk saat ini kita hentikan sementara. Namun jika ditemukan tanda-tanda, maka akan kita buka kembali kegiatan Operasi Sar ini,” tandas Oktaviano.
Sementara itu, Siswanto (45) orang tua Raffi mengaku, tak memiliki firasat apapun sebelum anaknya hilang. Sejak awal proses pencarian Raffi, Siswanto tidak pernah pulang dan setia menunggu kabar anaknya di Bukit Krapyak.
Ia berharap, Raffi ditemukan dalam kondisi sehat dan selamat. “Saya dan keluarga maunya terus dilakukan pencarian, namanya anak,” ujar Siswanto.
Diberitakan sebelumnya, Raffi Dimas Badar bersama 10 teman kuliahnya, pergi menuju Bukit Krayak untuk berkemah pada Sabtu 10 September 2022. Raffi sempat satu malam berkemah di Bukit Krapyak.
Raffi sendiri terakhir kali terlihat oleh teman-temannya saat berjalan menaiki anak tangga menuju musala Bukit Krapyak, dekat makam Sunan Pangkat. Selepas itu Raffi tidak pernah lagi terlihat kembali ke tenda.
Kuatir dengan kondisi Raffi, teman-temannya lalu melapor ke petugas pos penjagaan dan menerukan ke polsek pacet.