Menteri BUMN Erick Thohir Sebut Pertamax Dijual Rugi, Ini Reaksi Komisi VII DPR RI

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto. Foto istimewa

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut PT Pertamina (Persero) menjual rugi BBM jenis Pertamax RON 92. Pernyataan Erick Thohir inipun mengundang reaksi dari anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto.

Pasalnya, bagaimana bisa badan usaha melakukan aksi jual rugi. “Ini sama saja aksi bunuh diri dari perusahaan,” kata Mulyanto di Gedung Parlemen Senayan,Jakarta, dikutip Rabu (14/09/22).

Oleh sebab itu, Mulyanto mendesak pemerintah membuka data Harga Pokok Produksi (HPP) bahan bakar produksi perusahaan pelat merah tersebut. Jika pertamina menjual rugi Pertamax RON 92, maka semua pihak yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban.

“Apakah Menteri BUMN dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menyetujui aksi jual rugi. Kalau ya, maka ini adalah kondisi yang aneh bin ajaib,” katanya.

Lebih lanjut Mulyanto mempertanyakan bagaimana bisa badan usaha tumbuh sehat, kalau produk-produknya dijual rugi secara terencana dan legal. “Hal itu sama saja menjerumuskan BUMN ke jurang kehancuran,” ujar politisi PKS ini.

Menurut Mulyanto harga jual Pertamax RON 92 di Indonesia relatif mahal., dibandinkan dengan BBM nonsubsidi Petronas Malaysia RON 97. Dengan RON 5 tingkat di atas Pertamax RON 92, harganya hanya Rp 14.190 per liter.

Dengan kata lain harga BBM Petronas tersebut lebih murah Rp 310 per liter. Sedangkan Pertamax RON 92 saat ini Rp 14.500 per liter.

Artinya, BBM Petronas ini lebih murah sebesar Rp310 per liter daripada harga Pertamax RON 92 saat ini yang Rp14.500 per liter. “Ini cukup menggelitik ya, harga RON 5 tingkat di atas RON 92 tapi harganya lebih murah,” ungkapnya.

“Dan semakin aneh, kalau Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bahwa dengan harga jual sebesar itu pun Pertamax RON 92 masih dalam kondisi jual rugi,” imbuhnya.

Sebelumnya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengatakan bahwa harga keekonomian Pertamax RON 92 sesungguhnya adalah Rp 15.150 per liter.

“Kalau benar demikian, inefisensinya dipertanyakan daan patut dicurigai ini ada pekerjaan ‘Mafia Migas’. Karena sebagian dari produk Pertamax diproses pada kilang di luar negeri,” tandasnya.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT