PP Muhammadiyah Temui Presiden Jokowi di Istana Negara, Ini Yang Dibahas

Presiden Jokowi menerima kunjungan PP Muhammadiyah dan Aisyiyah di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (16/09/22). Foto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (16/09/22). Dalam pertemuan tersebut, Presiden mengapresiasi peran aktif Muhammadiyah turut memulihkan perekonomian nasional pascapandemi Covid-19.

“Bapak Presiden menyampaikan apresiasi yang tinggi atas gerak Muhammadiyah termasuk untuk bergerak di bidang ekonomi,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dikutip dari BPMI Setpres.

“Kita kelak akan terus melakukan usaha-usaha pembangunan pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, ekonomi, sampai ke seluruh Tanah Air. Bahkan kami membuka Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Malaysia dan Australia College di Melbourne,” imbuhnya.

Selain itu, Haedar menjelaskan bahwa pada pertemuan tersebut, pihaknya secara langsung mengundang Presiden Jokowi untuk hadir dan membuka Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 di Surakarta, November mendatang.

“Alhamdulillah Bapak Presiden menyampaikan kesediaannya hadir dan membuka Muktamar 18-20 November 2022 di Surakarta,” ujar Haedar.

Menurut Haedar, sejumlah materi yang akan dibahas pada muktamar telah dipersiapkan. Diantaranya tentang risalah Islam berkemajuan sebagai pandangan agama yang damai, menyatukan, dan memajukan kehidupan bangsa.

Di samping itu, isu-isu strategis keumatan dan kebangsaan juga turut menjadi topik pembahasan di muktamar. “Kami juga akan membahas masalah-masalah penting strategis keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan, selain program dan pemilihan pimpinan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjanah Djohantini, menyampaikan pihaknya akan menyajikan pedoman mengenai risalah perempuan berkemajuan dalam muktamar yang akan dihadiri oleh 3.500 peserta dari Aisyiyah.

Siti berharap pembahasan materi tersebut dapat mendorong perempuan Indonesia untuk maju dan turut mengisi Indonesia menjadi lebih kuat.

“Kami ingin terus mendorong warga atau perempuan untuk maju dan mengisi Indonesia ini menjadi Indonesia yang kuat, bermartabat, dan berkeadilan. Berdasarkan nilai-nilai ajaran agama yang oleh Rasullah sendiri telah diteladankan bagaimana perempuan harus maju,” ucap Siti.

Pada kesempatan yang sama Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muti, menjelaskan muktamar Muhammadiyah tahun ini akan memanfaatkan teknologi informasi. Termasuk saat pemilihan pimpinan Muhammadiyah.

“Jadi tidak lagi milih dengan garis-garis begitu, tapi sudah dengan e-voting. Menggunakan teknologi sebagai bagian dari indikator bahwa kami merupakan gerakan islam yang berkemajuan,” ujar Abdul Muti.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan dengan PP Muhammadiyah yaitu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT