Berhari.com – Bagi anda pecinta kuliner, tak ada salahnya untuk mencoba menu masakan yang satu ini. Ya, keripik belalang goreng, yang pastinya bikin nagih.
Tentunya tak semua jenis belalang bisa menjadi hidangan. Nah, belalang yang dimaksud memiliki ukuran yang lebih besar, yakni belalang kayu dan padi.
Oleh Fatmawati (39) warga Suru, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto, belalang yang tadinya dipandang sebelah mata, diolahnya menjadi masakan. Dan tentunya memiliki nilai ekonomis tinggi.
“Awalnya itu, ibu dan suami saya suka makan belalang goreng. Saya diminta untuk memasaknya. Ya, dibuat camilan, terkadang juga buat lauk saat makan,” katanya Senin (16/01/23).
Menurut ibu tiga anak ini, cukup mudah untuk memasak belalang. Sebelum digoreng, belalang dibersihkan dari kotoran. “Kaki dan sayapnya juga dibersihkan,” ujarnya.
Setelah bersih belalang lalu dicuci menggunakan air mengalir, sehingga tak ada kotoran yang menempel. Karena jika masih terdapat kotorannya, maka belalang goreng akan terasa pahit.
“Usai dicuci air hingga bersih, belalang siap digoreng. Sekitar 30 menit, belalang sudah matang dan siap untuk dimakan,” terangnya.
Fatmawati menjelaskan, ada tiga varian rasa yang disajikan untuk pelanggan. Selain belalang goreng original dan pedas, ia juga menyediakan menu rica-rica dan sambal kemangi belalang.
Dari tiga varian rasa, belalang goreng original dan pedas jadi menu favorit dari pelanggan. Kebanyakan pelanggan, memesan belalang goreng olahan Fatmawati untuk camilan keluarga.
Belalang goreng original ia jual seharga 250 ribu rupiah per kilogram, yang dipasarkan melalui media sosial facebook. Karena bisa bertahan 3 minggu, banyak pelanggan yang minta dikirim ke rumah.
“Ada yang dikirim ke Surabaya, Sidoarjo, Malang, Jakarta, dan tak jarang ke luar pulau. Seperti Batam, Bali dan Kalimantan,” jelasnya.
Untuk menikmati rica-rica dan sambal kemangi belalang, pelanggan bisa datang langsung ke rumah Fatmawati. Yang pastinya, jika dihidangkan dengan nasi jagung akan menambah sensasi rasanya.
“Pelanggan pesan dulu, biar kalau datang langsung makan. Untuk rica-rica dan sambal kemangi belalang, harganya 25 ribu rupiah per orang,” cetusnya.
Saking banyaknya pesanan yang datang, Fatmawati kerap menolaknya. Selain stok belalang yang terbatas, tenaganya sudah tidak mampu untuk melayani semua pesanan pelanggan.
Dalam sehari, Fatmawati bisa menghabiskan 25 hingga 30 kilogram belalang. Tak hanya dijual matang, belalang-belalang yang didapatnya dari Probolinggo dan Pasuruan tersebut dijual mentah.
“Belalang mentah, saya jual 130 ribu rupiah per kilogram. Kalau dulu di sawah sekitar rumah saya masih banyak belalang. Tapi saat ini sudah jarang, makanya dapat kiriman dari luar daerah,” ungkapnya.
Bagaimana anda para pecinta kuliner, tertarik untuk mencicipi aneka menu masakan belalang goreng olahan Fatmawati. Jika tertarik, silakan saja mampir di rumahnya, atau bisa pesan ke nomor WhatsApp 0857-4869-8147 atau Facebook Cah Ayu Kirana.