Berhari.com – Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, mengintensifkan vaksinasi seiring mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti sapi. Sebanyak 3500 dosis telah disiapkan Dinas Pertanian, untuk vaksinasi sapi selama bulan Januari 2025.
Seperti vaksinasi yang dilakukan petugas di kandang-kandang ternak sapi warga di Desa Segunung, Kecamatan Dlanggu. Meski tidak terindikasi terpapar PMK, namun petugas tetap menyuntikkan vaksin ke sapi.
Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Tutik Suryaning Dyah, mengatakan, vaksinasi terus dilakukan untuk mencegah penularan PMK. Selain itu, juga memberi vitamin agar imunitas sapi meningkat.
“Hari ini kita sudah melaksanakan vaksinasi PMK, sebanyak 31 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Tujuannya untuk meningkatkan imunitas agar ternak tidak tertular PMK,” terangnya, Minggu (19/01).
Menurut Tutik, hingga saat ini ada 357 ekor sapi di Kabupaten Mojokerto yang terjangkit PMK. Sapi-sapi yang terpapar PMK, yakni 305 ekor sapi, sudah mulai sembuh.
Lebih lanjut, Tutik menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan ribuan dosis vaksin yang akan disuntikkan ke sapi. Dan ditargetkan, vaksinasi kelar akhir Januari.
“Kami menyiapkan 3500 dosis vaksin dari pemerintah, dan targetnya rampung disuntikkan ke sapi, khusunya sapi potong, akhir Januari tahun ini. Kalau saat ini tercacat 357 ekor sapi yang terpapar PMK, sebagian besar telah sembuh,” ujarnya.
Sementara itu, peternak sapi mengaku alami kerugian hingga puluhan juta rupiah sejak mewabahnya PMK. Salah satunya yang dialami Mulyono.
Dari 5 ekor sapi di kandanya, 4 ekor di antaranya terjangkit PMK. Kuatir mati, akhirnya Mulyono menjual sapi-sapi miliknya terpapar PMK meski dengan harga cukup murah.
“Ya saya jual, kuatir mati. Biasanya1 ekor sapi laku 18 juta rupiah, karena terjangkit PMK harga turun sampai 3 juta rupiah per ekor. Total kerugian mencapai 40 juta rupiah,” ungkapnya.