Berhari.com – Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad AL Barra–Muhammad Rizal Octavian, melakukan serah terima jabatan (sertijab) dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Mojokerto, Rabu (05/03).
Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, mewakili sertijab Bupati Mojokerto Periode 2019-2024, Ikfina Fahmawati. Selain anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, sertijab juga disaksikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Usai melakukan sertijab, Bupati Mojokerto Periode 2025-2030, membacakan visi misi pemerintahan 5 tahun ke depan. Dalam Catur Abripraya Mubarok yang merupakan misinya, Muhammad Al Barra, ingin menjadikan Kabupaten Mojokerto bertabur keberkahan.
“Catur Abipraya Mubarok, adalah gabungan bahasa sansekerta dan bahasa arab. Catur artinya empat, abipraya artinya cita-cita yang luhur, cita-cita yang tinggi, cita-cita yang kuat. Mubarok dalam bahasa arab, artinya bertabur keberkahan,” ujar Gus Barra sapaan akrabnya, mengawali penyampaian visi misi.
Menurut Gus Barra, ada 4 misi yang ingin digapainya dalam memimpin Kabupaten Mojokerto. Misi pertama yaitu, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Misi kedua, mewujudkan suber daya manusia yang tangguh, cerdas, terampil, produktif dan berkarakter, melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta menjaga ketentraman masyarakat.
Misi Ketiga, membangun kemandirian ekonomi pada semua tingkatan, koperasi dan usaha mikro serta BUMDes yang berbasis masyarakat guna mewujudkan keluarga sejahtera.
“Keempat, meningkatkan pembangunan infrastruktur sesuai kebutuhan di semua sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik dan mendukung akses sosial, budaya dan pelestarian lingkungan,” lanjutnya.
Tak hanya visi misi, Gus Barra, juga menyampaikan pokok-pokok program prioritas dalam 100 hari dan program 5 tahun ke depan. Di antaranya, menghidupkan kepersertaan BPJS yang dapat mempermudah masyarakat mendapat akses pelayanan kesehatan.
“Yang jelas, kami ingin mewujudkan masyarakat Kabupaten Mojokerto, adil dan mamur. Kita sudah melakukan rapat untuk menentukan program-program ke depan. Salah satunya menghidupkan kepersertaan BPJS, untuk mempermudah akses masyarakat mendapat layanan kesehatan,” jelasnya.
Selain itu, kesejahteraan guru-guru TPQ yang tersebar di Kabupaten Mojokerto, juga menjadi prioritas pemerintahan Muhammad Al Barra dan Muhammad Rizal Octavian. Perbaikan infrastruktur jalan, pendidikan tak luput dari perhatian serius di program 100 hari pertama kerja.
“Sebentar lagi kita akan launching perbaikan infrastruktur, di bulan atau bulan depan. Kita telah memetakan program 10o hari kerja di tiap-tiap OPD,” tandasnya.