Ribuan pendaki menuju puncak Gunung Penanggungan melalui jalur pendakian Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (16/08/22) sore.
Pelepasan ribuan pendaki dari berbagai wilayah di Indonesia ke puncak gunung yang juga dikenal dengan Pawitra ini, diberangkatkan langsung oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.
Dalam sambutannya, Ikfina berpesan kepada para pendaki untuk senantiasa berhati-hati saat perjalanan naik maupun turun dari puncak Gunung Penanggungan.
“Semoga semuanya dalam kondisi sehat tak kurang satu apapun. Tetap semangat hingga mencapai puncak dan menggelar upacara peringatan HUT Ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Ikfina.
Sementara itu, Iwan Efendi (26) tak banyak persiapan yang ia lakukan saat pendakian gunung dengan ketinggian 1653 MDPL tersebut. Pendaki asal surabaya ini naik penanggungan bersama 4 temannya.
“Ya sering mendaki Gunung Penanggungan. Tiap tahun di hari kemerdekaan pasti bergabung dengan pendaki-pendaki lain untuk upacara bendera di puncak penangungan,” ujarnya.
Tak hanya petugas dan relawan yang berjaga di tiap-tiap pos pendakian, sejumlah tenaga medis juga disiapkan. Sebelum naik, para pendaki diwajibkan registrasi dan mendapat arahan dari petugas.
Salah satu petugas pos pendakian Panca Rudi (35) mengaku, jumlah pendaki terus bertambah sejak pagi hingga sore. Diperkirakan sekitar 5 ribu pendaki akan naik ke puncak Gunung Penanggungan.
“Kalau malam pendaki yang naik tambah banyak. Karena bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI, para pendaki biasanya akan menggelar upacara di atas sana,” terang Rudi.
Selain upacara peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI, saat berada di puncak gunung yang terdapat banyak situs bersejarah peninggalan abad 13-14, para pendaki juga membentangkan berdera merah putih sepanjang 100 meter.
Usai menggelar upacara bendera setelah sebelumnya menikmati keindahan matahari terbit dari puncak penanggungan, para pendaki akan langsung turun.