Pemerintah Indonesia dan Australia menandatangani Memorandum of Understanding ( MoU) untuk memperkuat kerjasama antar kedua negara. Penandatangan ini merupakan pembaruan dari nota kesepahaman yang telah dibangun selama 15 tahun.
Diantaranya memfasilitas pertukaran pengetahuan dan perspektif dalam mendukung ekonomi kedua negara. Diketahui Australia merupakan negara investor terbesar ke-15 bagi indonesia dan tujuan ekspor terbesar ke-14 serta negara asal impor terbesar ke-7 di dunia.
“Indonesia dan Australia memiliki hubungan persahabatan yang saling melengkapi .Hubungan ekonominya yang kuat. Modal kerja sama dan pertemanan ini dapat dicontoh banyak negara dalam membina hubungan bilateral,” ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
Australia memiliki hubungan kerjasama strategis dengan Indonesia, salah satunya melalui Program Kemitraan Indonesia-Australia untuk Perekonomian. Diantaranya kerjasama ekonomi, kebijakan penerimaan termasuk perpajakan, reformasi struktural, pasar modal dan sektor keuangan.
Implementasinya berupa kunjungan bilateral, konferensi, workshop, program magang, penelitian bersama, pertukaran informasi, dan kegiatan pertemuan tahunan bersama. Eratnya hubungan dari kedua negara ini juga tercermin dari dukungan Australia kepada Indonesia dalam Presidensi G20.
Nota kesepahaman ini akan meningkatkan hubungan kerjasama dengan Australia dalam pertemuan Menteri Keuangan G20 di Washington DC. Australia sangat mengapresiasi kepemimpinan Indonesia pada forum G20 di tengah situasi geopolitik yang sulit.
Selain penandatangan nota kesepahaman yang diperbarui, Kemenkeu Indonesia dan Australia juga melakukan dialog Economic Policy Dialogue (EPD) dua arah. Dialog ini untuk memperkuat ekonomi domestik masing–masing negara dan kawasan, seiring meningkatnya risiko ekononi global.
Dalam dialog ini kedua negara fokus pada isu terkait makro-ekonomi, sektor keuangan, dana pensiun, transfer ke daerah, serta transisi energi yang berkelanjutan. Dan diharapkan dapat memperoleh manfaat bersama dari pertukaran pandangan bagi kedua negara.