Berkah Musim Kemarau, Petani Kedelai di Kemlagi Mojokerto Untung Melimpah

Petani di Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, mulai panen kedelai. Foto Lif

Berhari.com – Petani di Desa Betro dan Kedungbulus, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, mendapat berkah di musim kemarau tahun ini. Pasalnya hasil panen kedelai melimpah, seiring tidak adanya hujan sejak mulai masa taman 3 bulan lalu.

Satu hektar lahan, bisa menghasilkan 8-9 kuintal kedelai. Terdapat dua jenis kedelai yang di tanam para petani, yakni kedelai jenis surya dan wilis.

Kedua jenis kedelai tersebut, sangat cocok dan tahan di tengah cuaca panas seperti sekarang ini. Meski tetap membutuhkan air saat awal tanam, namun karena tidak ada hujan ketika memasuki masa panen menjadikan kualitas kedelai cukup bagus.

Menurut petani, hasil panen kedelai saat ini meningkat dua kali lipat jika dibanding tahun lalu. Hal ini menjadi keuntungan bagi mereka, karena sebelum ditanami kedelai para petani berniat untuk menanam jagung.

“Alhamdulillah, panen kedelai tahun ini melimpah. Kedelainya bagus, cukup berisi, tidak ada yang diserang penyakit,” ujar Suyono (55), petani Desa Betro, Senin (23/10/23) kepada berharicom.

Selain hasil panen melimpah, petani juga mendapat keuntungan berlipat karena harga kedelai naik. Saat ini harga kedelai di tingkat petani mencapai Rp9.800 per kilogram, lebih tinggi dibanding tahun lalu dengan harga Rp6.500 per kilogram.

“Meningkat kira-kira 30 persen dari tahun lalu. Ya sangat bersyukur, harga kedelai naik ketika panen,” kata Kuswandi (60).

Kuswandi menjelaskan, butuh waktu 3 bulan tanaman kedelai bisa dipanen dan tidak sulit dalam merawatnya. Usai dipanen, kedelai akan dijemur selama 3 hari di sawah hingga kering, baru dibawa pulang ke rumah.

“Kalau sudah kering, nanti akan dibeli oleh tengkulak dan dijual kembali ke pengrajin tahu-tempe,” ungkapnya.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT