Berhari.com – Para pengrajin cobek di Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, kebanjiran pesanan jelang peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW. Omzet pengrajin cobek meningkat tiga kali lipat hingga meraup puluhan juta rupiah.
Salah satunya dialami Ahmad Solikin (35) yang telah menekuni usaha sebagai pengrajin cobek sejak 2014 silam. Dibantu lima karyawan, Solikin mampu memproduksi 700-800 cobek tanah liat berbagai ukuran.
Tanah liat yang sebelumnya direndam air selama empat hari, dibentuk seperti balok dan dipotong kecil-kecil untuk dicetak di mesin pengepresan. Setelah jadi, cobek dihaluskan dan diberi pewarna alami lalu dikeringkan dibawah terik matahari.
Selanjutnya, cobek yang sudah benar-benar kering dimasukkan ke dalam tungku dan dibakar selama kurang lebih lima jam. Usai dibakar, cobek yang matang tersebut ditata dan dibersihkan dari abu sisa-sisa pembakaran.
Ahmad Solikin mengaku, jelang peringatan Maulud Nabi Muhammad permintaan cobek meningkat pesat dibanding bulan-bulan biasa. Jika di bulan biasa omzet produksi cobek 15 juta rupiah, namun saat Bulan Maulud ia bisa meraup 45 juta rupiah.
“Alhamdulillah, omzet di Bulan Maulud ini meningkat tiga kali lipat dibanding bulan biasa. Kalau bulan biasanya itu kirim 5 ribu cobek, tapi saat Maulud bisa mencapai 10-15 ribu biji,” kata Solikin, Rabu (20/09/23).
Lebih lanjut Solikin menjelaskan, cobek-cobek yang diproduksi banyak digunakan warga saat menggelar tradisi turun-temurun di Bulan Maulud. Cobek dipakai wadah makanan atau tumpeng dalam peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad.
“Yang paling banyak itu dikirim ke Pasuruan. Hampir seluruh daerah di Pasuruan saat merayakan Maulud Nabi Muhammad dengan menggunakan cobek, karena memang sudah menjadi tradisi,” terangnya.
Selain Pasuruan, cobek juga dikirim ke sejumlah wilayah di Jawa timur, seperti Jombang, Surabaya, Malang dan Sidoarjo. Bahkan cobek hasil produksinya diminati banyak pelanggan di Kalimantan, Sumatra, NTT dan NTB.
“Harga jual cobek bervariasi mulai 2-15 ribu rupiah per biji, sesuai dengan ukuran,” tandas Solikin.