Berhari.com – Upaya mengentaskan kemiskinan melalui sektor peternakan terus digencarkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Terbaru, lembaga tersebut meresmikan Balai Ternak di Kabupaten Mojokerto, Selasa (02/05), sebagai bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi berbasis zakat.
Berlokasi di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Balai Ternak ini menjadi yang ke-41 dari total 42 balai ternak domba atau kambing di seluruh Indonesia yang dikelola BAZNAS RI. Jika digabungkan dengan balai ternak jenis lain, total ada 54 balai ternak yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menjelaskan, bahwa program ini mengadopsi pendekatan komunal, di mana para peternak mustahik (penerima zakat) diberdayakan secara kolektif untuk mengelola ternak, meningkatkan populasi, serta meraih kemandirian ekonomi.
“Melalui balai ternak ini, kami tidak hanya fokus pada aspek produksi, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan peternak. Mereka akan didampingi dengan pelatihan, pendanaan, dan bimbingan teknis agar bisa mengelola usaha ternak secara profesional,” terang Kiai Noor.
Balai Ternak Mojokerto terdiri dari dua kelompok, yakni Kelompok Gembala Sejahtera di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, dan Kelompok Tirto Mulyo di Dusun Tambaksari, Kecamatan Puri. Masing-masing kelompok terdiri dari 15 peternak, sehingga total terdapat 30 orang mustahik yang terlibat dalam program ini.
Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc, M. Hum, yang turut hadir dalam peresmian, menyampaikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui sektor peternakan.
“Program ini punya dampak nyata bagi masyarakat bawah. Kami mendukung penuh dan mengajak semua pihak ikut serta dalam pengembangan Balai Ternak agar manfaatnya lebih luas lagi,” ujar Bupati Al Barra.
Menurut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, populasi ternak yang saat ini dikelola mencakup 6 pejantan, 120 indukan domba, dan 150 ekor bakalan. Selain fokus pada pembiakan, balai ternak ini juga menjalankan program penggemukan domba untuk kurban dan penjualan harian.
Tak hanya itu, limbah juga akan dimanfaatkan untuk memproduksi pupuk kompos cari dan padat dalam sistem pertanian terintegrasi. Saidah menegaskan, bahwa pendampingan intensif dan penguatan modal usaha akan terus dilakukan untuk memastikan kelompok peternak mampu mandiri secara ekonomi.
“Kami berharap Balai Ternak Mojokerto, menjadi contoh sukses dalam pemanfaatan zakat produktif yang berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup mustahik,” ujarnya.
Acara peresmian turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, antara lain Waka 3 dan 4 BAZNAS Jawa Timur, Komandan Kodim, perwakilan Kejaksaan, Kementerian Agama, serta Pemerintah Kabupaten Mojokerto.