Harga Ayam di Pasar Tanjung Anyar Mojokerto Tembus 38 Ribu Rupiah Per Kilogram

Baik pedagang dan pembeli, mengeluhkan terus melambungnya harga ayam di pasaran. Foto Aris

Berhari.com – Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional Mojokerto, terus mengalami kenaikan, dua pekan menjelang Idul Adha.

Kenaikan harga daging ayam ini terjadi setiap hari, dan kini dijual pedagang 38 ribu rupiah per kilogram. Melejitnya harga daging ayam ini, sudah terjadi sejak dua pekan lalu.

Di Pasar Tanjung Anyar, misalnya, harga daging ayam naik 4 ribu rupiah dari sebelumnya dijual pedagang dengan harga 34 ribu rupiah per kilogram.

Para pedagang mengaku, tingginya harga tersebut menyulitkan mereka untuk menjual daging ayam ke konsumen. Banyak konsumen yang merasa keberatan, dengan melambungnya harga daging ayam.

“Naik terus, rata-rata setiap hari 500 rupiah. Harga ayam belum pernah turun, sejak lebaran Idul Fitri,” kata Diah, pedagang ayam kepada berharicom, Jumat (16/06/23).

Tak hanya dikeluhkan pedagang, terus melambungnya harga daging ayam ini dampaknya sangat dirasakan konsumen.

Meski belum mengurangi jumlah pembelian, namun konsumen yang sebagian adalah para pedagang makanan mengaku sulit mengatur keuangan mereka.

Terlebih saat ini, harga-harga kebutuhan pokok lain, seperti gula, beras dan bumbu dapur juga mengalami kenaikan.

“Belanja ayam untuk nasi krengsengan, dijual lagi. Sebetulnya, kita orang sama-sama ingin harga ayam turun dan stabil,’” ungkap Ngatiman, penjual makanan.

Menurutnya, ia tetap membeli daging ayam karena membutuhkan. Kendati demikian, harga daging ayam saat ini, dianggap terlalu tinggi.

“Kalau bisa, ya turun. Kan banyak yang mengeluh seperti saya, tidak hanya penjual makanan melainkan juga ibu-ibu rumah tangga,” tandasnya.

Terus melejitnya harga daging ayam ini diperkirakan akibat naiknya harga pakan. Sehingga para peternak menaikkan harga ayam di kandang, karena biaya perawatan yang meningkat.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT