Berhari.com – Tak hanya di pengecer, kenaikan harga berbagai jenis dan kualitas beras di Mojokerto, juga terjadi di tingkat agen. Bahkan, kenaikan harga beras ini menyentuh 1000 rupiah per kilogram.
Seperti naiknya harga beras di agen yang berada di Jalan Taman Siswa, Kelurahan Purwotengah, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Di agen ini, beras dengan kualitas biasa dijual seharga 11 ribu rupiah per kilogram, dari sebelumnya 10 ribu rupiah per kilogram.
Sementara beras kualitas sedang seperti IR 64 dan Serang dijual 12 ribu rupiah per kilogram, dari sebelumnya 11 ribu rupiah per kilogram.
“Beras kualitas bagus, salah satunya Beras Bramu saya jual 13 ribu rupiah per kilogram. Sebelumnya Beras Bramu saya jual 12 ribu rupiah per kilogram,” ujar Ita pemilik agen, Rabu (01/02/23).
Menurutnya, kenaikan harga berbagai jenis dan kualitas beras ini sudah terjadi sejak akhir Desember tahun lalu. Dan sampai akhir Januari ini, belum ada tanda-tanda untuk turun.
Ita memperkirakan, jika naiknya harga beras ini disebabkan gagal panen. Banyak tanaman padi yang rusak karena cuaca ekstrim, sehingga stok beras berkurang.
“Ya mungkin juga, daerah-daerah yang merupakan lumbung beras di Mojokerto, masih memasuki musim tanam padi. Dan panennya masih dua bulan lagi,” terangnya.
Naiknya harga beras ini sangat dikeluhkan oleh konsumen, terutama ibu-ibu rumah tangga. Mereka mengaku kian sulit mengatur keuangannya.
“Ya, sangat memberatkan saya sebagai ibu rumah tangga. Belum lagi untuk bayar anak sekolah dan juga harga kebutuhan pokok lainnya juga naik sekarang,” cetus Siti Asiah (45).
Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi naiknya harga kebutuhan pangan, khususnya beras. Diperkirakan, harga beras ini terus melonjak dan berangsur turun saat panen raya tiba.