Berhari.com – Ratusan ibu rumah tangga dan anggota PKK memadati halaman Kantor Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jumat (19/9) pagi. Mereka rela antre demi mendapatkan bahan pokok murah seperti beras, minyak goreng, dan gula dalam program Gerakan Pangan Murah.
Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispari) dengan Perum Bulog Cabang Mojokerto. Antusiasme warga sangat tinggi, terutama karena harga beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dijual jauh di bawah harga pasar, yakni Rp57 ribu per zak.
“Minyak sama beras di sini memang agak lebih murah dari pasar. Kualitasnya belum tahu sih, soalnya ini baru pertama beli,” ujar Nanik, salah satu warga yang ikut antre.
Untuk mencegah aksi borong, warga hanya diperbolehkan membeli maksimal dua zak beras SPHP. Selain beras, tersedia juga Minyakita dan gula pasir dengan harga terjangkau.
Kepala Perum Bulog Cabang Mojokerto, Muhammad Husin, mengatakan bahwa kegiatan ini digelar serentak di 18 kecamatan di Mojokerto, dengan total pasokan 20 ton beras. Khusus di Kecamatan Gedeg, disiapkan 3 ton beras dan 120 liter minyak goreng karena diprediksi menjadi titik dengan peminat terbanyak.
“Gerakan Pangan Murah ini memang program kami bersama Pemkab Mojokerto. Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat,” jelas Husin.
Melihat antusiasme warga yang begitu besar, program ini rencananya akan digelar rutin setiap minggu di berbagai kecamatan, dengan stok yang lebih banyak. Diharapkan, harga pangan bisa tetap stabil dan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus terbebani.