Berhari.com – Motif pembunuhan siswi SMP Negeri 1 Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, berhasil diungkap polisi. Tersangka AW sakit hati, karena ditagih tunggakan iuran oleh AE.
AW tak terima, AE membangunkannya saat ia tidur di kelas dan meminta segera membayar uang kas sebesar 40 ribu rupiah. Sehingga AW, menyimpan dendam kepada korban.
AW lalu mengajak AM teman mainnya, menghabisi nyawa AE. Kedua tersangka ini pun, menyusun rencana untuk melancarkan aksi mereka.
Pada tanggal 15 Mei 2023, AW mengadakan janji dengan korban untuk bertemu di sekitar rumahnya di Desa Mojodadi, Kecamatan Kemlagi. Saat itulah, korban langsung dicekik AW hingga tewas .
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Wiwit Adisatria, mengatakan, sesuai hasil autopsi didapati jika korban tewas akibat kehabisan oksigen.
Ironisnya, saat AW mencari karung untuk membungkus jasad korban, MA menyetubuhi AE. Tak hanya sekali, MA melakukan aksi bejatnya sebanyak dua kali.
“Jadi eksekutornya adalah AW. Usai dimasukkan ke karung, korban dinaikkan ke sepeda motor dan dibuang di parit area persawahan,” katanya kepada wartawan, Selasa (13/06/23).
Selain membunuh korban, lanjut Wiwit, kedua tersangka juga membawa kabur ponsel dan sepeda motor milik AE.
“Handphone korban dijual seharga 1 juta rupiah pelaku dan uangnya. Sementara sepeda motor korban disimpan di rumah nenek AW, dan sudah kami amankan,” tandasnya.
Sebelum ditemukan tewas, AE dilaporkan hilang oleh orang tuanya sejak 17 Mei 2023 ke polisi. Upaya pencarin korban terus dilakukan, tapi tidak membuahkan hasil.
Dan akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa terbungkus karung di area persawahan Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, pada Senin malam 12 Mei 2023.