Berhari.com – Pemerintah terus memacu pembangunan Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa. Terbaru, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, meresmikan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Yandri mengungkapkan tantangan besar yang tengah dihadapi program nasional ini. Dari sekitar 82.000 koperasi desa Merah Putih yang sudah berbadan hukum, sebanyak 45.000 di antaranya masih terkendala ketersediaan lahan untuk pembangunan fisik.
“Target kita sampai akhir tahun ini, insyaallah bisa terbangun 20.000 Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia. Namun, realisasinya sangat bergantung pada kesiapan lahan,” ujar Yandri, Minggu (21/12).
Menurutnya, pemerintah tidak tinggal diam menghadapi persoalan tersebut. Berbagai opsi penyesuaian akan dilakukan, terutama bagi desa-desa yang lahannya terbatas atau memiliki kendala teknis lainnya.
Yandri juga mencontohkan praktik gotong royong yang sudah berjalan di sejumlah daerah. Di beberapa desa, warga secara sukarela menghibahkan lahannya untuk kepentingan pembangunan koperasi desa.
“Ada warga yang berpartisipasi langsung dengan menghibahkan lahan ke desa untuk dibangun koperasi. Ini bentuk dukungan nyata dari masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, partisipasi serupa juga ditemui saat kunjungan kerja ke wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Menurut Yandri, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama agar program Koperasi Desa Merah Putih dapat berjalan optimal.
“Kalau tidak ada lahan milik pemerintah desa, kita dorong partisipasi masyarakat. Contohnya sudah banyak, dan itu yang akan terus kita dorong sambil mencari solusi terbaik,” pungkasnya.
Program Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, serta menjadi pusat aktivitas usaha masyarakat desa di berbagai daerah Indonesia.