Mewah ! Handbag Kulit Jeruk dari Tangan Kreatif Warga Binaan Lapas Mojokerto

Bersama lima teman sesama warga binaan Lapas Mojokerto, Arif Setiawan (29) berkreasi dengan membuat handbag. Foto Mat-berhari.com

Berhari.com – Mewah, itulah kesan pertama ketika melihat deretan handbag yang berjajar di bengkel kerja Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas 2/B Mojokerto. Modelnya simpel, tak banyak aksesoris menambah tapak elegan tas tangan ini.

Namun siapa sangka, handbag yang digemari warga saat ini merupakan buah tangan dari warga binaan. Ya, handbag adalah kreasi Arif Setiawan (29), warga binaan Lapas Mojokerto yang terkena kasus narkoba dan divonis 7 tahun penjara.   

Dengan dibantu lima teman sesama warga binaan, Arif  sibuk menyelesaikan pesanan handbag dari pelanggan. Setiap harinya pemuda asal Mojoranu, Kecamatan Sooko, Mojokerto ini, mampu  membuat 5 hingga 10 handbag di Bengkel Kerja Lapas.

Ketrampilan membuat handbag didapat Arif, saat dirinya mengikuti pelatihan dan bimbingan kerja di Lapas untuk mengembangkan bakat, satu tahun lalu. Sejak saat itu, ia terus mengasah kemampuannya membuat handbag.

Proses menjahit potongan pola hingga menjadi handbag

Setelah bahan disiapkan, lembaran kulit sapi didesain sesuai pola yang diinginkan, selanjutnya  dipotong-potong menggunakan gunting. Lalu dijahit hingga menjadi handbag, dan dikaitkan dengan tali sebagai pegangan tangan.

“Bahan yang digunakan membuat handbag adalah kulit sapi dengan motif kulit jeruk. Kalau ukurannya memang kecil, tapi bisa memuat banyak. Karena banyak sakunya di dalam,” ujar Arif.

Arif mengaku, tak kesulitan dalam membuat handbag. Baik saat mendesain, memotong bahan dan menjahit potongan-potongan pola hingga menjadi handbag. Karena sebelumnya, ia menekuni pekerjaan sebagai tukang jahit sepatu dan sandal.

Selain warga, kreasi handbag buatan warga binaan Lapas Mojokerto juga banyak diminati pegawai Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kemenkumham RI. Tak hanya melalui media sosial, karya Arif kerap diikutkan pameran untuk memasarkannya.

Simpel tanpa banyak aksesoris menambah kesan elegan handbag

Menurut Arif, kreasi buah tangannya itu dijual 250 hingga 300 ribu rupiah per item. Harga tersebut, lanjut Arif, menyesuaikan model dan ukuran, serta tingkat kesulitan motif handbag yang diinginkan pelanggan.

Karya tangan-tangan kreatif dari warga binaan Lapas Mojokerto itu, kini berbuah manis. Arif beserta lima temannya, bisa menikmati hasil dari jerih payahnya selama menjalani masa tahanan.

Keuntungan dari penjualan handbag, 35 persen diberikan kepada mereka. Berkat ketekunannya dalam berkreasi, Arif bisa mengirim uang ke keluarga di rumah yang tak hentinya memberi semangat agar ia terus berkarya.

Demi menatap masa depan yang lebih baik, Arif menabung sebagian uang untuk modal usaha ketika keluar penjara. “Semoga ini yang terakhir. Saya tidak mau terjerumus untuk yang kedua kalinya, berurusan dengan hukum karena narkoba,” tandasnya.        

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT