Berhari.com – Operasi pasar yang digelar Perum Bulog Subdivre Surabaya selatan dan Diskopukmerindag Kota Mojokerto, di Pasar Tanjung Anyar, diserbu warga, Jumat (03/02/23).
Mereka rela mengantre untuk mendapat beras kualitas medium seharga Rp8.700 per kilogram dan minyak goreng kemasan premium seharga Rp17.000 per liter.
Menurut warga, mereka rela mengantre hingga berdesak-desakan karena harga beras dan minyak goreng yang lebih murah, dibanding dengan di pasaran.
“Ini tadi harganya Rp43.500 per zak berisi 5 kilogram beras. Harganya lebih murah daripada yang dijual pedagang di toko,” ujar Nurhayati (43) warga Kedungsari, Kecamatan Magersari.
Ibu dua anak ini mengaku cukup terbantu dengan adanya operasi pasar berbagai kebutuhan pangan ini. Terutama beras dan minyak goreng, yang saat ini harganya melejit.
“Ya, senang sekali bisa mendapat beras dan minyak goreng murah. Cuma beli ini saja, uangnya tidak cukup. Dibagi-bagi untuk kebutuhan lain,” terangnya.
Meski mengantre setengah jam lamanya, namun sebagian warga mengaku tidak mendapatkan beras. Sehingga mereka pulang ke rumah, tanpa membawa beras murah.
“Ya kecewa, sudah antre lama tapi tidak kebagian. Semoga bisa ditambah lagi stoknya, biar semua mendapatkan,” kata Srigati (63) warga Purwotengah, Kecamatan Kranggan.
Dalam operasi pasar kali ini, sedikitnya 1 ton beras dan 5 kardus minyak goreng disediakan. Tak hanya beras dan minyak goreng, tapi juga tepung, gula dan telur.
“Kalau tepung harganya Rp12.000 per kilogram, Gula Rp13.000 per kilogram, sedangkan telur Rp24.000 per kilogram,” beber Dewi, petugas Bulog.
Ia menjelaskan, jika operasi pasar ini untuk menstabilkan harga-harga kebutuhan pangan .Dari berbagai kebutuhan pokok yang dijual, beras menjadi komoditas yang paling diburu warga.
“Yang paling banyak dimintai, ya beras. Operasi pasar ini digelar 3 hari dalam sepekannya, mulai Rabu hingga Jumat. Selama Februari, satu bulan penuh,” tandasnya.