Berhari.com – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati terus memberikan kemudahan bagi masyarakat selama bulan Ramadan, khususnya jelang lebaran. Salah satunya menjual bahan-bahan komoditas dengan harga miring melalui pasar murah.
Hari ini (14/04/2023), Bupati Ikfina secara resmi membuka Pasar Murah Ramadan Tamiajeng di Pasar Gedengan, Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas. Peresmian ini pun disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Pasar murah yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) ini, selenggarakan selama dua hari sejak tanggal 14-15 April 2023. Selain komoditas dasar, Disperindag juga menyediakan lapak untuk aneka makanan, minuman hingga produk unggulan UMKM lokal.
Pada kesempatan ini, Bupati Ikfina menyampaikan bahwa kegiatan pasar murah Ramadan diselenggarakan tidak lain untuk menekan kenaikan harga kebutuhan pokok. Selain itu, juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat selama Ramadan.
“Selain menekan harga bahan-bahan komoditas, menggerakkan roda perekonomian masyarakat, juga menstabilkan harga bahan-bahan kebutuhan rumah tangga. Kami ingin masyarakat mendapatkan harga terjangkau namun tetap berkualitas,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Bupati Ikfina juga mendorong masyarakat agar berperan aktif dalam mempromosikan potensi masing-masing daerah. Mengingat, Kabupaten Mojokerto memiliki banyak keistimewaan, mulai dari potensi alam hingga SDM yang unggul.
“Mari kita manfaatkan aplikasi Tumbas untuk meningkatkan roda perekonomian masyarakat. Melalui aplikasi ini pula, diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pengunjung atau wisatawan yang datang ke sini. Hanya dengan melihat aplikasi Tumbas, pengunjung bisa menikmati semua kuliner,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Disperindag Iwan Abdillah menambahkan, kegiatan pasar murah ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi kenaikan harga pangan saat Ramadan.
Selain itu, Iwan menilai jika harga komoditas yang dijual di pedesaan berpotensi terjadi inflasi atau lonjakan harga selama Ramadan. Oleh karena itu, pemerintah daerah sengaja memilih operasi pasar murah di Tamiajeng untuk menstabilkan harga bahan-bahan dasar rumah tangga.
“Wilayah yang jauh dari perkotaan biasanya kan rawan inflasi. Karena itu, acara seperti ini (operasi pasar murah) kami gelar sesuai kriteria dan tujuan dari acara ini. Semoga melalui kegiatan ini pul dapat memberikan kemanfaatan bagi masyarakat sekitar di Tamiajeng,” jelas Iwan saat ditemui oleh Berhari.com. (adv)