Pemkot Mojokerto Dorong Guru Jadi Agen Literasi Keuangan, Wujudkan Ekonomi Tangguh dari Sekolah

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat menghadiri ‘Literasi Jasa Keuangan’ di Pendopo Sabha Mandala Madya Balai Kota Mojokerto.

Berhari.com – Sebanyak 124 guru ekonomi dari SMA/SMK se-Mojokerto Raya mengikuti kegiatan ‘Literasi Jasa Keuangan’ yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto bekerja sama dengan Bank Himbara dan sejumlah lembaga jasa keuangan nasional.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Sabha Mandala Madya Balai Kota Mojokerto ini menjadi bagian dari strategi daerah untuk memperkuat ketahanan ekonomi melalui jalur pendidikan. Kegiatan ini diikuti oleh 33 guru dari Kota Mojokerto dan 91 guru dari Kabupaten Mojokerto. Mereka mendapatkan pembekalan langsung dari para narasumber berkompeten.

Antara lain Santi Wardani dari Bank Indonesia, Indrawan Nugroho Utomo dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Fitri Rossi Septiana dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Kegiatan juga diawali dengan sosialisasi dari perbankan nasional seperti Bank Jatim, BRI, BNI, Mandiri, BSI dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari yang membuka acara menyampaikan pentingnya peran guru dalam mentransfer ilmu ekonomi kepada generasi muda. “Di tangan panjenenganlah bekal bagi para generasi penerus bangsa ini kami titipkan. Maka literasi keuangan ini sangat strategis,” tegasnya, Selasa (5/8/2025).

Ning Ita menambahkan, bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar menjaga denyut ekonomi di tengah tantangan global dan nasional. Ning Ita mengungkapkan kondisi pelik ekonomi Kota Mojokerto yang sempat terpukul pasca gulung tikarnya tiga pabrik rokok di tahun 2023.

“Akibatnya, pertumbuhan ekonomi kota melambat drastis dari 5,5 persen menjadi 2,79 persen. Kota ini kecil, tidak punya laut, tidak punya sawah, tidak ada potensi sumber daya alam besar. Tapi kami punya strategi, ekonomi digerakkan lewat event, sinergi lintas sektor, dan penguatan UMKM,” jelasnya.

Salah satu strategi unik yang disebutnya adalah membuat Kota Mojokerto selalu hidup dengan event. Menurutnya, itu bukan sekadar hiburan, melainkan ‘akal-akalan wali kota’ agar ekonomi lokal terus berdenyut. Ning Ita juga menggarisbawahi keberhasilan sektor unggulan alas kaki Mojokerto yang kini mulai mendunia.

“Mulai dari program sepatu gratis bagi pelajar, hingga pesanan massal sebanyak 1.000 pasang dari Gubernur Jawa Timur dan perusahaan asal Korea untuk dikirim ke Amerika sebanyak 250 pasang. Kami fasilitasi alat produksi modern bernilai puluhan miliar agar UMKM bisa memproduksi dengan lebih cepat dan kualitas terjaga. Ini bagian dari mewujudkan Panca Cita Kota Mojokerto,” imbuhnya.

Capaian lain yang disyukuri Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto adalah meningkatnya penyaluran kredit di Kota Mojokerto. Dari hanya Rp4 triliun pada 2024, kini menyentuh Rp9,3 triliun pada 2025, menandakan geliat ekonomi kembali bergairah. Literasi jasa keuangan ini juga menjadi bagian dari sinkronisasi kebijakan pemerintah pusat (Asta Cita), provinsi (Nawa Bhakti Satya), dan daerah (Panca Cita).

Di sektor ekonomi, Pemkot Mojokerto fokus pada produktivitas, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, dan optimalisasi sektor unggulan. Penutupan acara dilakukan langsung oleh Wali Kota Mojokerto, yang berharap para guru mampu menjadi agen literasi keuangan di sekolah masing-masing.

“Semoga ilmu dan pengalaman hari ini bisa ditransfer kepada murid-murid panjenengan. Mari kita jaga semangat, jaga ekonomi Mojokerto agar terus bergerak maju,” tutupnya. [Adv]

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT