Berhari.com – Berawal dari hobi melihat pentas seni tradisional, pemuda 27 tahun asal Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, sukses menjadi pengrajin topeng Barong. Pundi-pundi cuan masuk ke kantong hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya.
Dibantu seorang karyawan, Ahmad Fauzan, nampak sibuk membuat topeng Barong, di teras rumahnya. Dalam sehari, dirinya mampu memproduksi 20-25 topeng Barong berbagai ukuran sesuai pesanan pelanggan.
Fauzan mengaku, ia merintis usaha sebagai pengrajin topeng Barong sejak 9 tahun lalu, dengan belajar secara otodidak. Karena tak mampu membeli topeng Barong, dirinya membuat topeng Barong.
“Memang dari kecil, suka main dan melihat pentas kesenian topeng Barong. Saya belajar secara otodidak, dan mulai menggeluti sejak tahun 2015” ujarnya, Senin (14/10).
Tak hanya topeng Barong, Fauzan, juga membuat kerajinan topeng Banteng berbahan kayu. Agar mudah dipahat dan diukir, Fauzan memilih kayu yang memiliki tekstur lunak, seperti kayu randu, waru dan kayu cangkring.
Meski membutuhkan ketekunan untuk membuat topeng Barong dan Banteng. Sebelum dipahat dan diukir, Fauzan, akan membuat sketsa Barong dan Banteng di atas kayu yang telah dipilih sebagai bahan kerajinan.
Menurut Fauzan, kebanyakan hasil kerajinan dipesan pelanggan untuk bermain anak-anak. Meski ada sejumlah pelanggan yang sengaja memesan topeng Barong dan Banteng untuk dipakai pentas seni tradisional.
“Saya jual mulai harga 45 ribu rupiah hingga ukuran yang paling besar 1,5 juta rupiah. Biasanya sih untuk main anak-anak, tapi tak jarang juga untuk pertunjukan,” jelasnya.
Dari keterampilan tangannya itu, pundi-pundi rupiah terus mampir ke saku Fauzan. Setiap bulannya, ia mampu meraup omzet hingga 20 juta rupiah.
“Kalau lokal Mojokerto, tidak terlalu banyak pesanan. Hampir seluruh wilayah Indonesia pernah pesan ke saya, paling jauh itu Papua dan Aceh. Saya pasarkan melalui media sosial,” ungkapnya.