Peringati Word Clean Up Day tahun 2022, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmwati mengajak masyarakat menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan hidup. Dalam rangka mewujudkannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggelar aksi bersih-bersih sampah di kawasan hutan di Kecamatan Kemlagi.
Kegiatan bersih-bersih sampah kawasan hutan yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto ini diikuti 200 orang. Selain Perhutani KPH Mojokerto, juga melibatkan Forkompimca Kemlagi, kepala desa, tokoh masyarakat, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan, dipilihnya Kecamatan Kemlagi karena banyak didapati tumpukan sampah di sepanjang jalan yang merupakan kawasan hutan. Hal ini menunjukkan, kurangnya kesadaran dari masyarakat sekitar hutan.
“Perlu adanya kepedulian dan edukasi kepada msyarakat dalam hal pengelolaan sampah. Ini penting untuk menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan hidup,” kata Ikfina di Kantor BKPH Kemlagi kepada berhari.com, Jumat (23/09/22).
Menurut Ikfina, keterlibatan semua sektor dalam menangani masalah sampah harus terus ditingkatkan. Sistem dan mekanisme yang tepat untuk pengelolaan dan pemanfaatan sampah akan semakin menyadarkan masyarakat.
“Kita juga pasang papan peringatan di lokasi yang biasa menjadi tempat pembuangan sampah sembarangan. Rencananya kita juga akan memasang CCTV di tempat ini,” terang Ikfina.
Diharapkan setelah kegiatan bersih-bersih sampah dan pemasangan CCTV tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Sehingga tidak jumpai lagi timbunan sampah, di sepanjang jalan kawasan hutan Kecamatan Kemlagi.
Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Mojokerto Zaqqi menjelaskan, aksi bersih-bersih sampah di kawasan hutan ini dapat menjadi contoh positif. Sehingga kedepannya bisa menjadi budaya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
“Kebersihan dan pelestarian lingkungan dapat menjadi budaya untuk bersinergi dengan alam. Baik untuk generasi saat ini maupun generasi yang akan datang,” tandas Zaqqi.