Puluhan Orang di Jombang Jadi Korban Penipuan TKI Ke Australia

Korban penipuan calo pengiriman TKI ke Australia tunjukkan visa dan tiket keberangkatan, Senin (02/01/23). Foto istimewa.

Berhari.com-Puluhan orang menjadi korban penipuan calo pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berinisial IA (60), warga Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang.

Meski sudah menyetor uang sebesar Rp21 juta hingga Rp65 juta, namun hingga kini mereka belum juga diberangkatkan ke Australia.

Salah satu korban Muchammad Taufiki (26) warga Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, mengatakan, jika ia hanya mendapat visa perjalanan ke luar negeri. Itupun tidak secara fisik diberikan.

“IA hanya memperlihatkan visa saya melalui handphone. Katanya demi menjaga keamanan dan kerahasiaan,” kata Taufiki saat ditemui di rumahnya, Senin (02/01/23).

Setelah dilakukan pengecekan di kedutaan Australia, visa tersebut tidak terkonfirmasi sehingga diperkirakan palsu. Tak hanya visa, dirinya juga mendapat tiket pesawat terbang yang tak jelas.

“Kalau Paspor kami pastikan asli. Karena melalui proses pengurusan di imigrasi. Sebenarnya sudah kami laporkan ke polisi, tapi belum ada respon,” terangnya.

Sementara korban lainnya, Kacung (47) asal Kedungmentawar, Kecamatan Ngimbang, Lamongan, mengaku tertarik menjadi TKI ke Australia karena gaji besar yang dijanjikan IA.

“Diiming-imingi gaji antara Rp50 juta hingga Rp60 juta per bulannya. Awalnya saya membayar Rp20 juta, kalau visa sudah turun baru melakukan pelunasan Rp 45 juta,” ujarnya.

Menurutnya, ia dan beberapa temannya telah berulang kali menanyakan keberangkatan mereka ke Australia kepada IA. Namun yang besangkutan meminta mereka untuk menunggu.

“Kami merasa ditipu IA. Keberadaannya juga tidak kami diketahui, rumahnya selalu tertutup setiap kali kami kesana. Kami hanya minta uang dikembalikan,” tandasnya.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT