Sakit Hati Ditolak Rujuk, Pria di Mojokerto Tembak Mantan Mertua

Tersangka Ajib, saat digelandang petugas untuk mempertanggunjawabkan perbuatannya.

Berhari.com – Aksi nekat dilakukan Ajib (44), warga Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Pria ini tega menembak mantan mertuanya sendiri menggunakan senapan angin hanya karena sakit hati usai upaya rujuknya ditolak.

Peristiwa penembakan tersebut terjadi pada Jumat malam, 3 Oktober 2025. Korban bernama Kayi (73) ditembak saat sedang berjalan sendirian usai pulang dari rumah tetangganya. Tanpa curiga, korban yang sudah lanjut usia itu menjadi sasaran tembakan dari jarak 12 meter, tepat di halaman rumahnya.

Peluru dari senapan angin yang dibeli pelaku seharga Rp170 ribu itu menembus dada kiri korban. Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, akibat luka serius yang dideritanya.

Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Fauzy Pratama menjelaskan, pelaku mengaku sakit hati karena kerap mendapat perlakuan kasar dari mantan istri dan juga keluarga korban. Ajib bahkan beberapa kali datang ke rumah mantan mertuanya dengan harapan bisa kembali rujuk dengan sang mantan istri. Namun, kedatangannya selalu ditolak dan diusir secara tidak baik.

“Pelaku emosional karena merasa diperlakukan tidak baik oleh mantan istri dan mertuanya. Pada malam kejadian, ia melihat korban pulang dari rumah tetangga, lalu langsung menembaknya dari jarak 12 meter,” jelas AKP Fauzy.

Usai menembak, pelaku langsung kabur. Namun tak butuh waktu lama bagi polisi untuk menangkapnya. Kini, pelaku hanya bisa tertunduk saat digelandang ke Mapolres Mojokerto untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Atas aksi nekatnya, Ajib dijerat dengan Pasal 340 KUHP junto Pasal 53 KUHP tentang percobaan pembunuhan berencana. Ancaman hukumannya tidak main-main, yaitu  hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa kekerasan bukanlah jalan keluar dari masalah rumah tangga, apalagi jika melibatkan nyawa orang lain. Polisi pun mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dan menahan emosi dalam menyelesaikan persoalan pribadi.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT