Berhari.com – Pemerintah Kota Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran rokok ilegal. Melalui operasi gabungan yang digelar pada Kamis (25/7/2025), tim gabungan menyasar 15 toko kelontong di tiga kecamatan di wilayah Kota Mojokerto.
Operasi terpadu ini melibatkan sejumlah unsur penting, mulai dari TNI/Polri, Kejaksaan, Linmas, Bagian Perekonomian, Bea Cukai Sidoarjo dan Satpol PP Kota Mojokerto. Pemeriksaan dilakukan terhadap toko-toko yang menjual rokok dan produk tembakau, termasuk vapor.
Plt. Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Abdul Rachman Tuwo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk menjaga wilayah dari peredaran produk tanpa pita cukai resmi.
“Kami ingin memastikan tidak ada rokok ilegal yang beredar. Selain merugikan negara, rokok ilegal juga membahayakan masyarakat karena tak terkontrol dari sisi kualitas,” tegasnya.
Hasil dari inspeksi mendalam tersebut menunjukkan hasil yang menggembirakan. Seluruh toko yang diperiksa dinyatakan tidak menjual rokok ilegal.
“Alhamdulillah, tidak ditemukan rokok ilegal di toko-toko yang kami datangi. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat dan pelaku usaha semakin baik,” imbuh Tuwo.
Selain melakukan pemeriksaan, petugas juga memasang stiker imbauan di toko-toko yang menjadi sasaran operasi. Stiker tersebut berisi pesan ajakan kepada masyarakat agar melaporkan jika melihat atau mengetahui adanya penjualan rokok tanpa pita cukai.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi konsumen pasif, tetapi juga turut berperan aktif menjaga kotanya dari produk ilegal,” tambahnya.
Pemeriksa Bea Cukai Ahli Pratama dari Kantor Bea Cukai Sidoarjo, Nety Ikwandini, turut memberikan apresiasi atas kesadaran masyarakat Kota Mojokerto yang dinilai semakin tinggi dalam menolak peredaran rokok ilegal.
“Kami sangat mengapresiasi warga Mojokerto yang sudah sadar dan tidak memasarkan rokok tanpa pita cukai. Ini sangat membantu tugas kami dalam pengawasan dan penegakan hukum,” ungkap Nety.
Ia berharap kesadaran ini bisa terus dipertahankan, demi menciptakan lingkungan yang sehat, patuh hukum, dan mendukung keberlangsungan penerimaan negara dari sektor cukai.
“Semoga sinergi antara masyarakat dan pemerintah ini bisa terus berjalan demi kebaikan bersama,” tutupnya. (adv)