Berhari.com – Untuk yang kedua kalinya siswi TK 6 tahun yang menjadi korban dugaan pemerkosaan bocah yang merupakan teman mainnya, menjalani asesmen.
Pendampingan psikologis di kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Mojokerto ini untuk memulihkan kondisi psikologis korban.
“Korban masih nampak trauma, atas kejadian yang menimpanya. Sudah beberapa hari ini tidak sekolah,” kata Krisdiyansari, kuasa hukum keluarga korban, Jumat (20/01/23).
Saat menjalani pemeriksaan psikolog di Kantor P2TP2A Kabupaten Mojokerto, korban didampingi oleh ibunya SR (29) warga Kecamatan Dlanggu.
Menurut Krisdiyanti, korban jarang keluar rumah, karena takut melihat pelaku yang merupakan tetangganya sendiri. Bahkan, korban kini berubah temperamental.
Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Anak P2TP2A Ani Widyastuti menyampaikan, bahwa tidak cukup satu atau dua kali asesmen untuk memulihkan psikologi korban.
“Ya, ini merupakan asesmen yang kedua kalinya terhadap korban. Untuk hasil asesmen, saya tidak bisa menyampaikan,” ujarnya.
Lebih lanjut Ani menjelaskan, pihaknya terus memantau perkembangan dari psikologi korban. Jika nantinya muncul perilaku-perilaku menyimpang dari korban, maka akan dilakukan asesmen lagi.
Selain psikolog, lanjut Ani, P2TP2A juga melakukan pendampingan hukun terhadap korban. Termasuk para pelaku, akan mendapat pendampingan psikolog.
“Itu kan namanya anak, perlu edukasi yang nanti akan kami lakukan. Tidak hanya korban, pelaku juga akan mendapat asesmen,” tandasnya.